Siapkah Kita Kembali ke Kampus?
Oleh: Yuliani Asri Assafa

By Administrator 21 Apr 2021, 20:09:40 WIB Opini
Siapkah Kita Kembali ke Kampus?

Satu tahun lebih pandemi telah menghantui dan menjadi ancaman bagi seluruh dunia, tidak terkecuali Indonesia. Sejak ditetapkannya Covid-19 menjadi pandemi global, semua aktivitas dan pergerakan setiap manusia menjadi terhambat. Mulai dari pekerja kantor, pekerja jalanan, musisi, buruh pabrik, pedagang di pasar, hingga mahasiswa dan anak sekolah tidak luput menjadi korban. Terkhusus di Indonesia, Covid-19 masih menjadi momok yang terus menakutkan. Segala kebijakan telah diambil demi menuntaskan permasalahan kesehatan yang telah mengakibatkan puluhan ribu orang meninggal dunia. Mulai dari pembatasan wilayah pada saat awal pandemi, hingga melakukan vaksinasi sejak awal tahun 2021 ini.

Kebijakan ini, sedikit demi sedikit mulai menunjukkan perubahan ke arah yang positif. Meski tak bisa kita pungkiri bahwa perubahan ini jauh tertinggal dan terlambat dibandingkan negara lainnya. Walaupun tidak signifikan, secara perlahan dapat dipastikan terjadinya penurunan tren kasus positif dan kematian di Indonesia. Salah satu yang membantu penurunan kasus ini adalah program vaksinasi yang telah diberikan kepada 7,4 juta orang lebih dengan dosis pertama dan 3,3 juta lebih orang dengan dosis kedua, dan jumlah ini terus bertambah setiap harinya. Fakta yang terus membaik ini membuat berbagai keputusan baru mulai hadir. Salah satunya adalah semua sekolah dan kampus diperbolehkan untuk kembali mengadakan pembelajaran tatap muka pada Juli mendatang.

Kebijakan ini hadir berdasarkan Surat Keputusan Bersama Empat Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 yang ditanda tangani pada Selasa 30 Maret 2021. Dalam keputusan yang ditanda tangani oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri ini, pembukaan sekolah dan kampus dibarengi dengan program vaksinasi guru, dosen, dan tenaga kependidikan yang ditargetkan berakhir pada bulan Juni 2021. Keputusan ini tidak serta merta menjadikan kegiatan pembelajaran dapat kembali berjalan sebagaimana seperti sebelum pandemi. Terdapat aturan-aturan yang harus diterapkan dan dipatuhi agar kegiatan tersebut dapat diizinkan dan dijalankan.

Baca Lainnya :

Sebenarnya, kabar ini bukanlah hal yang baru. Sebelumnya, Kemendikbud juga telah memberikan izin serupa pada awal bulan Januari 2021. Meskipun kenyataan dalam pengimplementasinya tidak dilaksanakan di seluruh daerah. Mendengar kabar baik tersebut, sudah seharusnya kita merasa sedikit lega. Proses pembelajaran yang selama setahun belakangan ini diadakan secara daring melalui berbagai media pendidikan, sudah cukup membuat jenuh. Dan dengan hadirnya kembali kita ke lingkungan perkuliahan dapat menjadi semangat dan dorongan baru kepada kita semua. Namun, di tengah kabar baik ini, perlu kita cermati kembali. Sudahkah kita semua siap untuk kembali ke kampus?

Tak dapat kita pungkiri, sedikit banyaknya kebiasaan belajar kita telah berubah semenjak ditetapkannya pembelajaran jarak jauh tahun lalu. Dengan dibukanya kembali kampus, diperlukan adaptasi kembali bagi kita terhadap proses perkuliahan dan segala hal di luarnya. Selain itu, prosedur-prosedur dan protokol yang tentu lebih banyak dibandingkan perkuliahan sebelumnya juga perlu kita pertimbangkan kembali. Dapatkah kita melaksanakan semua hal tersebut tanpa ada satupun protokol yang kita langgar? Dapatkah kampus dan kita semua mampu menjaga agar tidak menimbulkan klaster baru?

Hal ini menjadi pertanyaan kita semua mengingat beberapa sekolah sebelumnya yang telah mencoba kegiatan proses belajar mengajar tatap muka pada saat pandemi ini, justru menimbulkan klaster baru. Mulai dari ditemukannya 43 siswa positif pada salah satu SMA di Padang Panjang, 16 siswa positif pada salah satu SMA di Kota Bandung, dan 20 kasus positif pada salah satu SMK di Tasikmalaya. Lalu, bagaimana dengan universitas yang memiliki mahasiswa dan tenaga pendidik yang jauh lebih banyak dibandingkan sekolah? Dapatkah kita mengontrol itu semua?

Mahasiswa di suatu universitas tidak hanya berasal dari daerah di mana universitas tersebut berasal. Mahasiswa hadir dari segala penjuru daerah dan dari seluruh lapisan masyarakat. Sifatnya yang heterogen ini tentu menjadi perhatian yang besar bagi kita semua, terkhusus mahasiswa yang berasal dari daerah-daerah dengan jumlah kasus Covid-19 yang masih tinggi. Belum lagi, banyak aktivitas mahasiswa yang dilakukan di luar jadwal perkuliahan, seperti kegiatan kepanitiaan dan organisasi. Hal-hal ini sepenuhnya tidak dapat dikontrol oleh pihak kampus. Mahasiswa memang sudah seharusnya bijak dan mengerti bagaimana prosedur yang harus mereka lakukan bila pada akhirnya harus kembali ke kampus. Tapi, kembali lagi perlu kita pertanyakan, apakah kesadaran ini sudah kita semua miliki?

Proses vaksinasi masih terus berjalan. Guru, dosen, dan tenaga pendidik telah mendapatkan urutan prioritas khusus terhadap pemberian vaksin. Dan kenyataan pahitnya, mahasiswa tidak mendapatkan urutan prioritas tersebut. Artinya, kita akan mendapatkan jadwal yang masih cukup lama. Ini menjadi salah satu hal lainnya yang perlu kita perhatikan. Akankah kampus dibuka dengan syarat mahasiswa sudah divaksinasi atau kampus akan tetap dibuka meskipun mahasiswa ini belum mendapatkan program vaksinasi? Pertanyaan ini muncul menimbang kedua kebijakan tersebut dapat menghasilkan skema yang berbeda. Sebab apabila semakin banyak mahasiwa yang telah divaksin, maka kemungkinan untuk menghasilkan klaster baru pun akan semakin kecil, begitu pula sebaliknya.

Dengan berbagai pertimbangan di atas, ada baiknya hal-hal tersebut menjadi fokus kita sebelum nantinya memulai kegiatan perkuliahan secara tatap muka kembali demi mencegah terjadinya lonjakan kasus baru. Sekali lagi, sebagai pertanyaan penutup pada tulisan kali ini, siapkah kita kembali ke kampus?. (**)





Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Kanan 1 - Iklan Sidebar

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Kanan 2 - Iklan Sidebar