Putusan Hakim Bermartabat, Warga Papua Diajak Jaga Persatuan dan Kedamaian

By Administrator 19 Jun 2020, 21:58:13 WIB Hukum
Putusan Hakim Bermartabat, Warga Papua Diajak Jaga Persatuan dan Kedamaian

WARTA ANDALAS, JAYAPURA - Kepala suku wilayah adat La Pago Provinsi yang meliputi Kabupaten Jayawijaya, Pegunungan Bintang, Lanny Jaya, Tolikara, Nduga, Puncak Jaya, Yalimo, Yahukimo, Mamberamo Tangah dan Kabupaten Puncak Papua , Malaikat Alvius Tabuni meminta semua pihak tetap menjaga Kamtimbas pasca putusan 7 terdakwa kasus demo anarkis yang telah dijatuhi vonis oleh majelis hakim di Pengadilan Negeri Balikpapan Kalimantan Timur kemarin.

Dikatakan, putusan majelis hakim yang memvonis ke tujuh terdakwa jauh dari tuntutan tersebut dinilai bermartabat dan menjadi harap semua warga masyarakat Papua.

"Jadi jangan dipersoalkan lagi, cukup sudah dan putusan itu sangat bermartabat. Mari jaga persatuan dan kesatuan bangsa diatas tanah Perdamaian Tanah Papua. Saya sebagai Kepala Suku juga mengucapkan terimakasih kepada Polri dan semua penegak hukum yang menangani persoalan tersebut,"ucapnya, Jumat (19/6/2020).

Baca Lainnya :

Alvius yang juga menjabat Ketua Forum Pembauran Kebangsaan Provinsi Papua berharap, kasus rasial tidak lagi terjadi di Bumi Cenderawasih. Karena dampaknya sangat merugikan semua. Fokus pada pengembangan diri untuk menata Papua yang lebih baik kedepan.

"Saya saksi mata saat itu, dan saya rasakan seperti neraka dunia. Maka saya berharap dan meminta semua pihak untuk sama-sama menjaga jangan sampai kejadian rasial itu terulang lagi. Kita semua sama, tidak ada bedanya semua adalah makhluk Tuhan,"tegasnya.

Dirinya meminta dimasa Pandemi Covid-19 harusnya semua warga bergandengan tangan, bahu membahu untuk memutus mata rantai penyebaran virus. Jumlah yang terinveksi terus bertambah, maka harus tetap menjaga protokol kesehatan.

"Dimasa Pandemi ini kita harus bersatu, 

kita harusnya bersama sama menjaga agar virus ini tidak makin menyebar dengan menjaga kesehatan dan menerapkan protokol kesehatan yang disampaikan pemerintah. Jangan tidak dihiraukan. Soal permasalahan yang terjadi sudah cukup tidak usah diperpanjang lagi. Kita mau damai,"pungkasnya.

Untuk diketahui, putusan majelis hakim PN Balikpapan mentahuhkan vonis kurang dari 2/3 tuntutan Jaksa Penuntut Umum. Wakil Ketua II Badan Legislatif United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) Buchtar Tabuni selama 11 bulan penjara, dari tuntutan 17 tahun penjara.

Kemudian, vonis terhadap mantan Ketua BEM Universitas Cendrawasih, Fery Kombo 10 bulan penjara, dari tuntutan JPU 10 tahun.

Vonis  Iranus Uropmabin 10 bulan penjara, dari tuntutan JPU 5 tahun, dan Hengky Hilapok divonis 10 bulan penjara, dari tuntutan JPU 5 tahun.

Lalu, Ketua Umum KNPB Agus Kossay divonis 11 bulan penjara, dari tuntutan JPU 15 tahun, Ketua KNPB Mimika Stevanus Itlay divonis 11 bulan penjara, dari tuntutan JPU 15 tahun dan Presiden Mahasiswa Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) Alexander Gobay divonis 10 bulan penjara, dari tuntutan JPU 10 tahun. (IMO)







Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Kanan 1 - Iklan Sidebar

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Kanan 2 - Iklan Sidebar