Puisi

Puisi Cinta

Selasa, 16 Mei 2017 - 14:18:10 WIB | dibaca: 242 pembaca | komentar: 0

Cinta Cinta Bagaikan Air Hujan  Yang Mengisi Hamparan Bumi Memberi Kehidupan Setiap Insan Pasti Punya Cinta    Cinta Itu Ikhlas Cinta Itu Kemauan  Cinta Itu Saling Mengerti Saling Memahami    Ada Yang Terasa Hampa Waktu Langit ... [selengkapnya]

Sajak Politik Rusak

Sabtu, 24 September 2016 - 17:00:04 WIB | dibaca: 689 pembaca | komentar: 6

politikku politik sajak bukan sajak untuk politik bertukak aroma busuk bermiang bikin palak nyengat baunya bagai bangkai basah di tengah semak pecah aksaramu berderai terjilapak gamangku pondok budayamu rarak-rarak ulah sajak rusak mana mungkin kau jadi tonggak tiap kau bersajak berlasak-lasak kutahu ... [selengkapnya]

Bingkai Asa

Selasa, 18 Agustus 2015 - 23:20:01 WIB | dibaca: 984 pembaca | komentar: 0

Pada malam kutitipkan rasa ini.... Lewati keheningan malam ku tanggalkan pengharapan.... Sebait kata ku rangkai jadi seutas kalimat..... Tentang Kerinduan.... Tentang Khayalan..... Tentang seraut wajah yang jauh disana..... Ada suara, ada nada, ada canda ada tawa renyah jadi ... [selengkapnya]

Telaga Palung Sunyi

Selasa, 20 Mei 2014 - 17:46:58 WIB | dibaca: 1002 pembaca | komentar: 0

Palung air sunyi mendarun di sudut telaga, ragaku terpalun kau hisap sampai lenyap Aku terjajar pasai di lembah entah yang belum pernah kusinggahi Angin menyerpih biasa, namun mengapa mengatamku hingga aku terdengat; pekikmu menjadi puisi dalam raung desah yang liar Di hutan itu kususun ... [selengkapnya]

Selepas Malam, Kurung Aku di Hatimu

Minggu, 16 Februari 2014 - 20:08:01 WIB | dibaca: 1233 pembaca | komentar: 0

Pada embun, kuasapi wajahmu biar  tersiksa segala waktu 'nak terpekik keraslah jiwa nan sangsai sekuat rabik sekuat rantai tak sampai gaungku mencambuk dinding batu beku   aksaraku tercampak berderai berkubur daun-daun tua tak seranting jua ada nisan ... [selengkapnya]

Kucemas Lagu Menduri

Kamis, 16 Januari 2014 - 12:28:51 WIB | dibaca: 1331 pembaca | komentar: 0

Mimpi Semalam Berat Nian, Terdiam  Hayal Memikul Beban  Sisa-Sisa Bulan Cukam Tajam, Angin Keras Menjentik Harapan Sejak Langit Berkawan Awan, Menangislah Matahari Dalam Simponi  Di Laut Derita Membatu, Amuk Ombak Menaban Sunyi Menepi   "Seredup-Redup Jalan ... [selengkapnya]

Puisiku Hidup Lagi Dalam Nyanyian Lain

Senin, 13 Januari 2014 - 08:42:24 WIB | dibaca: 1235 pembaca | komentar: 0

jejak tapak tak lenyap sekejap kulumat kumat mantra gelap bayang kusangai di tungku berasap merintih debu di tiang kalap   tangismu mungkin puisi termerdu kugesek keras biola tua, tak kuhirau angin menyapu sapulah ruang luka nganga itu biar  ngamuk puncak ... [selengkapnya]

Dendang Sengiang Rupa

Selasa, 07 Januari 2014 - 06:59:56 WIB | dibaca: 1301 pembaca | komentar: 0

Aku buih di atas air tertatih Sebelum muara mungkin kulenyap digulung riak Sebelum hilang pada waktu kuberpulang Dalam ruang bayang, aku hilang!   Ingin aku jadi angin Bernafas jiwa di hidupmu Akulah udara berhati di hatimu Memberi getar pada jantung ... [selengkapnya]

Mungkinkah Debu Menyungkup Rindu?

Senin, 30 Desember 2013 - 07:23:36 WIB | dibaca: 1366 pembaca | komentar: 0

Kusisir awan kapas di langit biru segelas rindu sembilu sayapku angin membatu tersenyum ngilu keras kenangan tanpa bayangmu   cukamlah langit cukamlah rasa langit  jiwa menghamburkan kata tersangkut tajam di awang sukma luka ... [selengkapnya]

Tinggalkan Sedikit Kisi Untuk Nafasku

Senin, 23 Desember 2013 - 17:09:19 WIB | dibaca: 1256 pembaca | komentar: 0

Ada angin tak kukenal tersesat berhembus  kemari dari balik jeruji jendela yang t'lah lama sepi mengirai s'gala kenangan tak  bertepi aku terperangkap di sini aku menggigil sendiri di ruang tak bertuan ini angin membayang-bayang menampar kesana ... [selengkapnya]

Akulah Raja

Kamis, 19 Desember 2013 - 07:20:27 WIB | dibaca: 1322 pembaca | komentar: 0

akulah raja bertahta di atas kata-kata mahkotaku hayal berlapis permata imaji akulah ilusi raja kerajaan tanpa tangan besi negeri bukan mimpi tak bertepi garis wilayahku segala ekspresi kerajaanku indah bertaman halusinasi   Akulah raja rakyatku titik koma tanda seru ... [selengkapnya]

Kau, Aku dan Matahari

Rabu, 18 Desember 2013 - 15:16:16 WIB | dibaca: 1326 pembaca | komentar: 0

panas matahari menyembilu kirimkan kabar garang panggang hati panggang jantung panggang jiwa sayang aku meriang! Kupandang-pandang langit siang pada terang angin kencang ngilu-ngilu kuku tiup luka mengawang Sebelum langit tanpa bayang kusandang luka kubawa pulang aku ... [selengkapnya]

<< < 12 > >>