Puisi

Sajak Benar di Atas Ini Negri

Rabu, 10 April 2019 - 22:17:53 WIB | dibaca: 293 pembaca | komentar: 0

Semekar mekar ini pembangunan di atas ini negeri mengapa  masih kau ingkari dengan segala rasa benci   ketika coklat kau nikmati asik sekali sepanjang hari masih juga kau bilang itu tahi   ah aku sedih di sini tapi tidak sendiri   jangan mata ... [selengkapnya]

Peringati Hari Perhubungan Nasional, Dinhub Purbalingga Tingkatkan Pelayanan Prima

Jumat, 21 September 2018 - 21:00:17 WIB | dibaca: 1920 pembaca | komentar: 0

WARTA ANDALAS, PURBALINGGA - Momentum peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) di jajaran Dinas Perhubungan Kabupaten Purbalingga dijadikan tonggak peningkatan pelayanan prima kepad masyarakat. Hal itu ditandai dengan komitmen jajaran Dinhub untuk memberikan pelayanan “No Tip No Pungli”, ... [selengkapnya]

Guru PKN Sambut Positif Sosialisasi KPU Purbalingga

Selasa, 08 Mei 2018 - 09:22:29 WIB | dibaca: 3115 pembaca | komentar: 0

WARTA ANDALAS, PURBALINGGA - Para Guru Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) yang tergabung   dalam  Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PKn SMA/MA Kabupaten Purbalingga menyambut positif sosialisasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa-Tengah tahun 2018. Kegiatan yang diikuti 50 guru PKN itu ... [selengkapnya]

Puisi Cinta

Selasa, 16 Mei 2017 - 14:18:10 WIB | dibaca: 1976 pembaca | komentar: 0

Cinta Cinta Bagaikan Air Hujan  Yang Mengisi Hamparan Bumi Memberi Kehidupan Setiap Insan Pasti Punya Cinta    Cinta Itu Ikhlas Cinta Itu Kemauan  Cinta Itu Saling Mengerti Saling Memahami    Ada Yang Terasa Hampa Waktu Langit ... [selengkapnya]

Sajak Politik Rusak

Sabtu, 24 September 2016 - 17:00:04 WIB | dibaca: 1899 pembaca | komentar: 6

politikku politik sajak bukan sajak untuk politik bertukak aroma busuk bermiang bikin palak nyengat baunya bagai bangkai basah di tengah semak pecah aksaramu berderai terjilapak gamangku pondok budayamu rarak-rarak ulah sajak rusak mana mungkin kau jadi tonggak tiap kau bersajak berlasak-lasak kutahu ... [selengkapnya]

Bingkai Asa

Selasa, 18 Agustus 2015 - 23:20:01 WIB | dibaca: 1498 pembaca | komentar: 0

Pada malam kutitipkan rasa ini.... Lewati keheningan malam ku tanggalkan pengharapan.... Sebait kata ku rangkai jadi seutas kalimat..... Tentang Kerinduan.... Tentang Khayalan..... Tentang seraut wajah yang jauh disana..... Ada suara, ada nada, ada canda ada tawa renyah jadi ... [selengkapnya]

Telaga Palung Sunyi

Selasa, 20 Mei 2014 - 17:46:58 WIB | dibaca: 1443 pembaca | komentar: 0

Palung air sunyi mendarun di sudut telaga, ragaku terpalun kau hisap sampai lenyap Aku terjajar pasai di lembah entah yang belum pernah kusinggahi Angin menyerpih biasa, namun mengapa mengatamku hingga aku terdengat; pekikmu menjadi puisi dalam raung desah yang liar Di hutan itu kususun ... [selengkapnya]

Selepas Malam, Kurung Aku di Hatimu

Minggu, 16 Februari 2014 - 20:08:01 WIB | dibaca: 2051 pembaca | komentar: 0

Pada embun, kuasapi wajahmu biar  tersiksa segala waktu 'nak terpekik keraslah jiwa nan sangsai sekuat rabik sekuat rantai tak sampai gaungku mencambuk dinding batu beku   aksaraku tercampak berderai berkubur daun-daun tua tak seranting jua ada nisan ... [selengkapnya]

Kucemas Lagu Menduri

Kamis, 16 Januari 2014 - 12:28:51 WIB | dibaca: 2162 pembaca | komentar: 0

Mimpi Semalam Berat Nian, Terdiam  Hayal Memikul Beban  Sisa-Sisa Bulan Cukam Tajam, Angin Keras Menjentik Harapan Sejak Langit Berkawan Awan, Menangislah Matahari Dalam Simponi  Di Laut Derita Membatu, Amuk Ombak Menaban Sunyi Menepi   "Seredup-Redup Jalan ... [selengkapnya]

Puisiku Hidup Lagi Dalam Nyanyian Lain

Senin, 13 Januari 2014 - 08:42:24 WIB | dibaca: 3386 pembaca | komentar: 0

jejak tapak tak lenyap sekejap kulumat kumat mantra gelap bayang kusangai di tungku berasap merintih debu di tiang kalap   tangismu mungkin puisi termerdu kugesek keras biola tua, tak kuhirau angin menyapu sapulah ruang luka nganga itu biar  ngamuk puncak ... [selengkapnya]

Dendang Sengiang Rupa

Selasa, 07 Januari 2014 - 06:59:56 WIB | dibaca: 2162 pembaca | komentar: 0

Aku buih di atas air tertatih Sebelum muara mungkin kulenyap digulung riak Sebelum hilang pada waktu kuberpulang Dalam ruang bayang, aku hilang!   Ingin aku jadi angin Bernafas jiwa di hidupmu Akulah udara berhati di hatimu Memberi getar pada jantung ... [selengkapnya]

Mungkinkah Debu Menyungkup Rindu?

Senin, 30 Desember 2013 - 07:23:36 WIB | dibaca: 3519 pembaca | komentar: 0

Kusisir awan kapas di langit biru segelas rindu sembilu sayapku angin membatu tersenyum ngilu keras kenangan tanpa bayangmu   cukamlah langit cukamlah rasa langit  jiwa menghamburkan kata tersangkut tajam di awang sukma luka ... [selengkapnya]

<< < 12 > >>