Hibah ke Ormas Keagamaan Ditingkatkan

By Administrator 04 Feb 2020, 09:26:36 WIB Purbalingga
Hibah ke Ormas Keagamaan Ditingkatkan

WARTA ANDALAS, PURBALINGGA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga menambah porsi hibah khususnya kepada organisasi kemasyarakatan (Ormas) keagamaan yang cukup besar di Purbalingga yakni Muhammadiyah dan Nahdatul Ulama (NU). Hal itu disampaikan oleh Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi SE BEcon MM saat silaturahmi ke kantor Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Purbalingga, Senin (3/2) di Pendopo KH Ahmad Dahlan.

“Kita tahu bahwa Bansos tidak bisa diberikan dua tahun berturut-turut, tapi harus berselang seling dua tahun sekali. Jika tahun 2018 lalu, Bansos yang diberikan kepada PD Muhammadiyah sebesar Rp 425 juta. Sedangkan tahun 2020 ini, anggaran hibah dinaikan menjadi Rp 600 juta untuk PD MUhammadiyah maupun NU,” kata Bupati Tiwi.

Selain hibah, Pemkab Purbalingga juga berkomitmen mendukung kegiatan sosial khususnya panti asuhan Muhammadiyah yang sedang dirintis pembangunannya. Diantaranya di Mrebet, Pengadegan, dan Kertanegara. “Intinya sebagai dukungan, bagian dari perhatian kita untuk ikut membesarkan panti asuhan di Purbalingga,” katanya.

Baca Lainnya :

Bupati mensosialisasikan, sejak APBD perubahan 2019, Pemkab Purbalingga memberikan program umroh gratis dan Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD). Program ini diberikan kepada warga Purbalingga yang memiliki peran/kiprah terhadap pembangunan di Purbalingga atau tokoh-tokoh yang memiliki jasa besar.

“Termasuk Muhammadiyah yang juga memiliki perhatian besar terhadap sosial maka, umroh gratis ini salah satunya bisa diprioritaskan kepada pimpinan panti asuhan,” katanya.

Pada kesempatan ini juga dilangsungkan audiensi, Bupati menyerap masukan dan aspirasi yang membangun dari PD Muhammadiyah. Bupati mengajak agar Muhammadiyah juga turut memikirkan agar sisa tahun dalam periode Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RJPMD) ini lebih efektif dalam memberikan kemaslahatan.

Ketua PD Muhammadiyah Purbalingga, Ali Sudharmo menyampaikan tugas pokok Muhammadiyah ada dua, yakni mengkawal manusia yang mau hidup dan mengkawal manusia yang mau mati, ngumat orang yang mau mati dan ngrumat orang yang mau hidup.

“Ngrumat orang yang mau mati, diimplementasikan ke dalam majelis Dikdasmen (Pendidikan Dasar dan Menengah), pendidikan akan berkembang terus sehingga orang itu menjadi hidup. Sedangkan Majelis Tajrih dan Tablighnya supaya ngrumat bagi yang mau mati. Kita masih punya PR, belum memiliki panti jompo ,” katanya.

Ketua PD Muhammadiyah juga memberi masukan kepada Pemkab Purbalingga untuk menegakkan betul-betul Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Purbalingga No 10 tahun 2019 tentang Kawasan Tanpa Rokok. Karena berdasarkan pengamatannya, Perda ini belum diberlakukan secara efektif, masih banyak orang yang merokok di sembarang tempat. Oleh karenannya, Ia mengusulkan agar Perda tersebut bisa dibuatkan aturan yang lebih teknis berupa Peraturan Bupati.(Gn/Humas)





Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Kanan 1 - Iklan Sidebar

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Kanan 2 - Iklan Sidebar