BNN Sawahlunto Bekuk Pria Diduga Pengedar Sabu

By Administrator 13 Okt 2021, 16:43:58 WIB Sawahlunto
BNN Sawahlunto Bekuk Pria Diduga Pengedar Sabu

WARTA ANDALAS, SAWAHLUNTO - "JK" (19), warga Jorong Tabek Nagari Empat Koto, Pulau Punjung kabupaten  Dhamasraya, dibekuk Badan Narkotika Nasional (BNN) kota Sawahlunto di dekat rumahnya, Selasa malam kemarin (12/10) pukul 20.30 WIB.

Menurut Kepala BNN kota Sawahlunto,  AKBP Erlis, SE, penangkapan berawal dari banyaknya laporan masyarakar yang masuk ke BNN kota Sawahlunto, bahwa  di sekitar Dhamasraya khususnya Pulau Punjung, beredar barang haram sabu dan sudah merajalela.

"Sehingga para tokoh masyarakat dan pemuda setempat merasa khawatir akan terkontaminasinya para generasi muda mereka, dengan barang haram tersebut," terangnya.

Baca Lainnya :

Dari hasil penelusuran tim BNN Kota Sawahlunto, lanjut Erlis, JK termasuk dalam jaringan pengedar sabu.

"Dan kemudian kami  berdasarkan memancing JK agar mau melaksanakan transaksi. Kemudian, dengan penyamaran tim BNN mendatangi lokasi pertemuan yang telah disepakati. Selanjutnya, transaksi dilaksanakan dengan melakukan pembayaran terhadap 1 paket kecil sabu seharga Rp. 500 ribu. Setelah uang diterima JK, maka tim yang menyamar kabur dan petugas BNN yang bersembunyi di sekitar pelaku langsung menyergapnya," bebernya.

Selanjutnya, imbuh Erlis, dilakukan penggeledahan menyeluruh dan ditemukan barang bukti (BB) berupa 5 paket kecil sabu, dengan harga 1 paket Rp. 500 ribu,.

"Selaib itu, juga ditemukan uang sejumlah Rp. 6.138.000 yang merupakan uang hasil transaksi dalam satu hari, dan rencananya uang tersebut akan dtransfer ke bosnya," pungkasnya.

Dari hasil pendalaman diketahui bahwa dalam satu hari JK bisa melakukan transaksi penjualan barang haram tersebut kisaran Rp. 7-8 juta per harinya. 

Bahkan, setiap hari dia menyetor ke rekening jaringan pengedar yang diatasnya. 

Lebih jauh diungkapkan Erlis, JK merupakan pengangguran dan sudah 1  tahun menjalani profesi sebagai pengedar sabu. 

"Dari hasil penelusuran tim, kami menemukan ada kaitannya dengan jaringan Lapas dan jaringan besar di sekitarnya. Tapi kami belum bisa menyebutkan nama Lapasnya. Kami telah menghubungi BNNP Sumbar untuk koordinasi selanjutnya," sebutnya.

Erlis juga menambahkan bahwa pihak BNNP Sumbar telah menginstruksikan untuk melakukan penindakan jelang akhir tahun, karena diawal tahun BNN difokuskan untuk sosialisasi dan rehabilitasi.

Daribpenangkaoan ini, ia mengatakan  sangat mengapresiasi kerjasama dari tokoh masyarakat dan pemuda setempat, karena banyak membantu dan memberikan bantuan dalam pelaksanaan tugas BNN Kota Sawahlunto.

"Kepada warga Sawahlunto, Sijunjung dan Dhamasraya, agar tidak segan memberikan informasi pada kami jika mengetahui adanya perdaran Narkoba.

Dan siapapun yang memberikan informasi, kami menjamin keamanannya," pungkasnya. (ce)






Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Kanan 1 - Iklan Sidebar

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Kanan 2 - Iklan Sidebar