Bersama Gubernur, 6 Pejabat di Sumbar Batal Divaksin Covid 19 Hari Ini

By Administrator 14 Jan 2021, 14:34:11 WIB Padang
Bersama Gubernur, 6 Pejabat di Sumbar Batal Divaksin Covid 19 Hari Ini

WARTA ANDALAS, PADANG - Provinsi Sumatera Barat resmi melaksanakan vaksinasi Covid 19, hari ini, Kamis (14/01/2021) di aula kantor gubernur, Kota Padang.

Ada delapan pejabat yang menerima vaksin hari ini yaitu Danrem 032 Wirabraja (Brigjend Arif Gajah Mada), Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumbar (Dr. Pom Harry), Dandenkesyah Sumbar (Kol. CKM Zulfikar), Jubir Satgas Covid-19 Sumbar (Jasman Rizal), Kepala Labor Diagnostik UNAND (Dr. dr. Andani), Dirut RSUP DR. M. Djamil Padang (Yusirwan Yusuf), Kepala BPOM (Firdaus Umar) dan Kabid Dokkes Polda Sumbar (Kombes Pol Lisda Cancer).

Sementara enam pejabat lainnya dilakukan penundaan, karena hasil pemeriksaan kesehatan tidak memenuhi syarat untuk dilakukan vaksinasi. Yakni, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, Kapolda Irjen Pol Toni Harmanto, Wakapolda Brigjen Pol Edi Mardianto, Kajati Sumbar Anwarudin Sulistiyono, Kepala BIN Daerah (Binda) Suwondo Rahardjo dan Kepala BPKP, Buyung Wiromo Samudro.

Baca Lainnya :

Dengan masih bertambahnya penderita Covid-19 di Sumbar, walau dengan gencar telah dilakukan gerakan 3M, memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan serta upaya tracking, tracing dan treatmen dari pemerintah. Namun yang terpapar terus bertambah, untuk itu perlu dilakukan alternatif lain untuk memutus mata rantai Covid-19.

"Perlu intervensi lain untuk memutus mata rantai Covid-19, salah satu cara yang efektif yakninya dengan imunisasi. Vaksin ini adalah upaya pemerintah untuk menghentikan pandemi. Pandemi ini yang kita hentikan, yakni dengan cara vaksinasi" kata Gubernur Irwan.

Selain itu, Gubernur menegaskan dan mengimbau kepada masyarakat, bahwa Vaksin Sinovac Covid-19 aman untuk digunakan karena telah mengantongi izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Hal penting yang perlu diperhatikan sebelum penyuntikan vaksin, pasien harus dalam keadaan sehat, tidak dalam keadaan sakit, tidak ada riwayat hipertensi atau penyakit komorbit lainnya. Setelah penyuntikan vaksin, pasien akan dipantau selama 30 menit untuk memastikan keadaan pasien dalam keadaan baik setelah divaksinasi. (Kuga)





Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Kanan 1 - Iklan Sidebar

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Kanan 2 - Iklan Sidebar