Sawahlunto

Wujudkan Impian Penjara Bagaikan Pesantren, Kepala Rutan Sawahlunto MoU dengan Kemenag

Warta Andalas | Rabu, 07 Agustus 2019 - 00:24:42 WIB | dibaca: 10110 pembaca

WARTA ANDALAS, SAWAHLUNTO - Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas II B Kota Sawahlunto, Subhan Malik , A.Md, IP, S. Sos menjalin kerjasama dengan Kementerian Agama setempat dalam rangka pembinaan keagamaan warga binaan, Senin (5/8).

Kerjasama tersebut ditandai dengan penandatangan Memorendum of Understanding (MoU) antara pimpinan lembaga kedua belah pihak yang dilaksanakan di Aula Rutan Kelas II B Kota Sawahlunto.

Dalam sambutan, Kepala Kankemenag Sawahlunto H. Idris Nazar, SE, S.Pd.I, MM mengucapkan terimakasih atas inisiatif Kepala Rutan mengajukan kesepakatan bersama membina keagamaan para warga binaan.

Menurut Idris, nota kesepahaman ini sebenarnya secara tidak langsung memudahkan Kemenag dalam menjalankan visi misi meningkatkan kualitas kehidupan beragama di tengah-tengah masyarakat khusus warga binaan.

Untuk tindaklanjut MoU sambung Idris, Kemenag akan mengerahkan 32 orang Penyuluh Agama Islam Non PNS ditambah 4 orang Penyuluh PNS.

Selanjutnya kepada para penyuluh diharapkan bisa menyampaikan pesan-pesan pembangunan kepada objek penyuluh khususnya warga binaan.

Menutup sambutan, Idris bahkan menawarkan pembinaan rohani bagi warga binaan beragama non muslim.

"Kemenag kan menanungi 6 agama, kendati tak ada penyuluh selain Islam di Sawahlunto, kami siap menfasilitasi Rutan dengan meminta bantuan ke Kanwil Kemenag Sumbar," ulasnya.

Sebelumnya, Kemenag dalam hal serupa juga telah berkomitmen membina keagamaan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Narkotika Kota Sawahlunto belum lama ini.

Sementara itu, ungkapan terimakasih yang sama disampaikan Kepala Rutan Subhan Malik atas kesediaan Kemenag menfasilitasi dalam bentuk penyediaan petugas yang akan membimbing rohani warga binaan.

Ditambahkan Subhan, sebenarnya kerjasama dua instansi vertikal ini telah lama dibangun, hanya saja dituangkan secara tertulis pada tahun ini.

Menurut Pria asli Betawi itu, adanya upaya bersama membangun keagamaan di lingkungan Rutan hendaknya dapat mewujudkan penjara bagaikan pondok pesantren.

Sekedar diketahui, Rutan Kelas II B Kota Sawahlunto kata Subhan berhasil meraih peringkat terbaik di Sumatera Barat dalam memberikan pelayanan bimbingan kepada warga binaan.

Disamping keagamaan, Rutan Sawahlunto pun bekerjasama dengan dinas/instansi lain, baik pertanian, perikanan maupun bidang lain.

Tampak di kawasan rutan, beberapa hasil keterampilan warga binaan termasuk kesenian religi Marawis saat ini dikembangkan tak terkecuali usaha lain seperti pencucian kendaraan hingga mengembangkan koperasi berbasis Syariah.

Hadir selama penandatanganan MoU pejabat terkait masing-masing pihak serta Penyuluh Agama Islam PNS dan Non PNS. (rf)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)