Nasional

Wings Air Lakukan Uji Kemampuan Pesawat dan Pengkajian Pasar di Wilayah Kepri

Warta Andalas | Jumat, 24 Mei 2019 - 10:10:11 WIB | dibaca: 87 pembaca

TANJUNGBALAI KARIMUN - Wings Air (kode penerbangan IW) member of Lion Air Group memberikan informasi terbaru terkait pelaksanaan uji coba terbang awal (proving flight) pada hari ini yang melayani rute dari Bandar Udara Internasional Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau (BTH) tujuan Bandar Udara Raja Haji Abdullah, Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau (TJB), bahwa telah berlangsung tepat, baik dan berjalan lancar.

Operasional tetap mengedepankan aspek keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan (safety, security, comfort first). Dalam proving flight ini, Wings Air membawa empat kru; dua flight operation officer (FOO) dan perwakilan dari Regional Manager Lion Air Group.

Wings Air mengoperasikan salah satu armada tipe ATR 72-600 registrasi PK-WHV. Pesawat lepas landas dari Batam pukul 13.05 WIB dan tiba di Tanjung Balai Karimun pada 13.30 WIB. Penerbangan kembali, berangkat pada 14.25 WIB dan sudah mendarat dengan mulus di Batam pukul 14.50 WIB. Total waktu tempuh sekali jalan berkisar 25 menit.

Tujuan utama proving flight merupakan bagian langkah strategis perusahaan dalam upaya melakukan pengkajian pasar dan potensi layanan penerbangan berjadwal, salah satunya sektor pariwisata di Kepulauan Riau. Selain itu, Wings Air menguji kemampuan (kapabilitas) pengoperasian pesawat ATR di bandar udara Tanjung Balai Karimun.

Wings Air mengucapkan terima kasih atas kerjasama kru pesawat, pengelola bandar udara, pengelola lalu lintas udara dan pihak terkait yang mendukung penuh operasional hari ini sehingga proving flight terlaksana secara tepat.

Wings Air menyambut baik keberadaan pintu udara di Tanjung Balai Karimun, yang memiliki panjang landas pacu (runway) 1.400 meter sebagai komersial (sipil). Diharapkan apabila setelah dilakukan proving flight dan market review, Wings Air bisa melayani rute berjadwal di Tanjung Balai Karimun, maka akan memberikan alternatif baru perjalanan udara sejalan tren era kekinian (millennials traveling), mempermudah akses dan mendukung pertumbuhan ekonomi baru di wilayah kepulauan serta memperkuat konektivitas antardaerah.

Sebagai informasi, Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun berada di jalur lalu lintas perdagangan dunia Selat Malaka yang terletak di tenggara Singapura. Kawasan ini menonjolkan kekuatan sektor pariwisata unggulan terdiri bahari (pantai), gugusan kepulauan, kebudayaan lokal, alam dan bangunan bersejarah.

Wings Air yang berperan feeder menjadikan Batam sebagai salah satu kota penghubung (hub) dengan beroperasi 10 frekuensi harian pergi pulang (PP). Layanan ini menunjukkan Wings Air dan maskapai Lion Air Group berperan menyediakan akses sesuai bagian dari konsep Komponen Daerah Tujuan Wisata 3A yaitu aksesibilitas (access).

Lion Air, Wings Air dan Batik Air saat ini sudah melayani penerbangan dengan frekuensi 56 regular flight berangkat dan datang (PP) setiap hari melalui Bandar Udara Internasional Hang Nadim. Layanan tersebut menawarkan nilai tambah bagi traveler karena Lion Air Group tercipta kemudahan perjalanan lanjutan yang saling terhubung (connecting flight) ke beberapa kota tujuan, antara lain Banda Aceh, Medan, Padang, Pekanbaru, Dumai, Letung, Natuna, Rengat, Tanjung Pinang, Jambi, Kerinci, Palembang, Pangkalpinang, Bengkulu, Lampung, Jakarta, Bandung, Solo, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Pontianak, Banjarmasin, Balikpapan, Makassar, Manado, Denpasar, Lombok, Kuala Lumpur, Singapura, Bangkok.

Dalam mempersiapkan perjalanan semakin menyenangkan, travelers dapat memulai rencana penerbangan lebih awal. Wings Air menghadirkan layanan menurut kebutuhan, apabila akan membawa bagasi maka dapat membeli. Sebaliknya, jika bepergian tanpa bagasi, maka tidak perlu membayar bagasi.

Bagi travelers yang akan membawa bagasi bisa membeli voucher bagasi (pre-paid baggage) melalui agen perjalanan (agent travel), www.lionair.co.id dan kantor penjualan tiket Lion Air Group. Travelers juga bisa membeli dengan harga lebih hemat pada saat dan setelah pembelian tiket (issued ticket), dengan batas waktu maksimum enam jam sebelum keberangkatan.

Ketentuan barang bawaan ke kabin (hand carry), aturan yang berlaku yaitu setiap pelanggan (kecuali bayi), diperbolehkan membawa satu bagasi kabin (cabin baggage) dengan maksimum berat 7 kg dan satu barang pribadi (personal item) seperti tas laptop/ perlengkapan bayi/ bahan membaca/ kamera/ tas jinjing wanita (hand luggage) sesuai ketentuan maksimum ukuran dimensi bagasi kabin. (rel/imo)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)