Solok

Wawako Reiner Cemaskan Penyalahgunaan Narkoba Pada Generasi Muda

Warta Andalas | Kamis, 04 Oktober 2018 - 20:42:55 WIB | dibaca: 353 pembaca

WARTA ANDALAS, SOLOK -  Reiner, ST, MM, Dt. Intan Batuah, Ketua BNK Kota Solok dan juga Wakil Walikota Solok sangat mencemaskan perkembangan generasi muda di Kota Solok. Penyebabnya, maraknya peredaran narkoba dikalangan generasi muda Kota Solok. Data BNN Propinsi Sumatera Barat, dibanding tahun 2017 lalu  pengguna, dan peredaran narkoba di Kota Solok mengalami kenaikan sebesar 12%.

Artinya, upaya yang dilakukan oleh BNK dan tokoh masyarakat dalam sosialisasi bahaya narkoba belum menunjukan pengaruh signifikan bahkan belum menyentuh hati nurani serta kesadaran generasi muda dan kelurganya. Buktinya, pada tahun ini terjadi kenaikan cukup mengkawatirkan.

Untuk itu, ingat Reiner ketika launching Kampuang Anti Narkoba di Simpang Rumbio, tugas untuk mengajak, menghimbau, dan mengingatkan masyarakat tidak bisa dilakukan hanya oleh BNK Kota Solok. Perlu keterlibatan secara aktif tokoh-tokoh masyarakat, ninik mamak, dan keluarga serta masyarakat ditiap kelurahan di Kota Solok.

Salah satu upaya adalah dengan menggerakan setiap elemen masyarakat ditiap kelurahan dengan membentuk Kampuang Anti Narkoba. Dimana didalamnya terdiri dari perangkat kelurahan, tokoh masyarakat, ninik mamak, bundo kanduang, pemuda, serta Polri/TNI.

Maka kelompok masyarakat inilah nantinya, ujar Reiner, yang membantu pemerintah dalam mengingatkan, menghimbau, dan mengajak masyarakat agar menjauhkan keluarganya dari bahaya narkoba serta pergaulan bebas.

Seyogyanya, setiap orang atau keluarga prihatin dan cemas terhadap perkembangan narkoba. Dimana setiap tahunnya bukan mengalami penurunan tapi malah mengalami kenaikan. Pengguna maupun pemakainya adalah generasi muda Kota Solok yang masih prosuktif dan punya masa depan. Tapi itulah kenyataannya, realita yang kita lihat dan terang benderang, setiap hari ada saja anggota keluarga kita yang ditangkap disebabkan narkoba.

Jika sudah begini, siapa yang mesti disalahkan. Yang salah adalah kita yang kurang peduli terhadap pergaulan anak-anak kita dan membiarkannya bergaul dengan orang salah. Saatnya kita bersama-sama intropeksi diri kita sudah sejauh mana kita telah mengawasi anak dan keluarga kita. (Zfk)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)