Sawahlunto

Wartawan Sawahlunto Terima Sertifikat dan Kartu UKW

Warta Andalas | Kamis, 11 Juli 2019 - 20:09:46 WIB | dibaca: 10175 pembaca

WARTA ANDALAS, SAWAHLUNTO – Lagi, setelah sederet wartawan yang bertugas di kota Sawahlunto telah mengikuti Uji Kompetensi wartawan (UKW) dan memiliki sertifikat serta kartu tanda berkompeten, hari ini, salah seorang wartawan harian Haluan Riki Yuherman yang sehari-harinya bertugas di kota Sawahlunto, juga menerimanya.

Penerimaan Sertifikat dan Kartu UKW tersebut diberikan oleh Sekertaris PWI Sumatera Barat, Widya Nafiz di kantor PWI Sumbar, kota Padang didampingi Ketua PWI Sawahlunto Subandi serta Bendahara Nova Hendra serta sejumlah rekan wartawan Sawahlunto.

Dalam kesempatan itu, Widya Nafiz juga berpesan agar Riki mampu  menjaga nama baik PWI, menjaga marwah wartawan, serta selalu mentaati kode etik jurnalistik dan hukum serta aturan yang berlaku.

“Setelah dinyatakan sebagai wartawan berkompeten, saya minta Riki untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan dalam ilmu jurnalistik, sehingga kedepannya akan dapat meningkatkan status menjadi Wartawan Madya hingga Utama,” pintanya.

Menurut Subandi, penyerahan tersebut dilakukan setelah Riki Yuherman dinyatakan lolos dalam Uji Kompetensi Wartawan yang diselenggarakan PWI Sumbar dan Dewan Pers beberapa waktu lalu di gedung Diklat BRI kota Padang.

“Sebenarnya kartu ini sudah lama diterbitkan oleh Dewan Pers. Dan bahkan, rekan seangkatan UKW-nya sudah lebih dulu menjemputnya ke sekertariat PWI Sumbar,” terang Subandi.

Akan tetapi, lanjut pria asal Palembang itu, karena kesibukan Riki yang bergabung di koran Harian, maka baru sekarang ini ada waktu dan kesempatan untuk dapat menjemput, sekaligus menghadiri undangan PWI Sumbar.

Sementara itu, Riki mengaku senang telah menerima Sertifikat dan kartu UKW itu, yang telah cukup lama tertunda.

“Alhamdulillah, sertifikat dan kartu UKW kategori Wartawan Muda ini  sekarang sudah di tangan. Ini merupakan salahsatu pendukung legalitas saya sebagai seorang wartawan dan bukti pengakakuan berkompeten atas profesi saya, dari Dewan Pers,” sebutnya.

Kartu ini, imbuh Riki, bukan untuk “gagah-gagahan”, tetapi sebagai wujud bahwa kita mengikuti aturan yang ada di negara kita. “Sebab, sekarang semua profesi harus melalui uji kompetensi,” pungkasnya. (ap)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)