Sawahlunto

Warga Lumindai Keluhkan Kelangkaan Pupuk dan Air Bersih

Warta Andalas | Jumat, 25 Mei 2018 - 20:56:28 WIB | dibaca: 260 pembaca

WARTA ANDALAS, SAWAHLUNTO - Warga desa Lumindai Kecamatan Barangin kota sawahlunto
mengeluhkan kelangkaan pupuk  dan air bersih yang terjadi didesanya yang disampaikan saat kunjungan Tim Safari Ramadhan XIX yang dipimpin Kepala Dinas Pendidikan Deswanda di Mushalla Darussalam desa ini, Kamis (24/5) malam.

Terkait kelangkaan pupuk, Salah seorang warga Lumindai Tanasir Malin Pandito menjelaskan kalau sudah susah mencari pupuk tentu akan sulit pula hasil panen yang akan didapat. Dan akan berimbas pada ekonomi karna didesa ini sebagian besar bertani.

Kalau bisa, pinta Malin Pandito pemerintah kembali menjalankan program bantuan pupuk atau pupuk bersubsidi kepada petani, meskipun tidak termasuk dalam kelompok tani.

Kepala Desa Lumindai Khairunas menambahkan tentang sarana air bersih didesanya yang sudah ada jaringan pipa milik PDAM kota Sawahlunto namun sejak ada tunggakan oleh warga Lumindai sejak 2016 lalu air bersih tak lagi mengalir didesa ini.

“Warga menunggak karna merasa tidak menikmati air bersih sampai ke bak mandi namun meteran air tetap saja berputar. Tak mungkin kami akan bayar angin jasa tanpa air ” keluh Khairinas.

Dia berharap pemerintah kota memfasilitasi desa dengan PDAM guna kelanjutan operasional pengelolaan air bersih kepada desa melalui BUMDes.

“Kalau bisa jaringan dan bak air ini diserahkan ke BUMDes karna dananya sudah dianggarkan dalam APBDes” jelasnya.

Menanggapi persoalan ini Ketua Tim Safari Ramadhan XIX Deswanda akan menindaklanjuti keluhan warga Lumindai.  Ia menjelaskan dari pengalaman kita pernah sebagai kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi kota ini diakui sulitnya mendapatkan pupuk dikota ini.

“Karna masih mengadalkan distributor luar kota sebab dikota Sawahlunto hanya ada kios pupuk ” jelas Deswanda.

“Dan terkait pengelolaan air bersih milik PDAM yang diharapkan diserahkan pengelolaannya oleh BUMDes, tentu akan perlu regulasi yang tepat agar sesuai dengan aturan yang berlaku tentang resah terima pengelolaan asset,” jelasnya. (TAS)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)