Dharmasraya

Warga Lubuk Bulang Gelar Tradisi Bakawua

Warta Andalas | Sabtu, 15 Juli 2017 - 22:16:33 WIB | dibaca: 190 pembaca

WARTA ANDALAS, DHARMASRAYA - Warga Lubuk Bulang, Kecamatan Pulau Punjung gelar acara “Bakawua” yang merupakan tradisi secara turun temurun diwariskan dari nenek moyang setiap tahun dalam rangka mengucapkan rasa syukur kepada sang maha pencipta telah diberikan selama satu tahun kepada orang kampung.

Acara dipusatkan di lokasi Ngalau Sarang Walet Goa Lubuk Bulang saat itu, selain dihadiri seluruh warga setempat, baik pria maupun wanita, juga dihadiri oleh Wali Nagari Gunung Selasih H Syahroni Monti, kepala jorong, serta ninik mamak, alim ulama, lengkap denga orang cerdik pandai.

Selain itu juga tampak hadir seluruh pengurus Ngalau Sarang Walet, Zainal Abidin, Agusnadi Dt Rajo Adil, Nazarudin, serta Ketua Buruh Ngalau Amsardi Jamal Dt Gunung Ameh.

Menurut Ketua Buruh Ngalau Amsardi Jamal Dt Gunung Ameh, didampingi Zainal Abidin salah seorang pengurus ngalau mengatakan, diselenggarakannya acara Bakawua dilokasi ngalau Lubuk Bulang saat ini, bentuk rasa syukur seluruh masyarakat kepada Allah SWT karena telah memberikan nikmat, dan rizki kepada masyarakat  melalui goa di puncak bukit barisan berisikan sarang burung walet.

Selain itu, acara Bakawua, juga merupakan ajang silaturahmi antar sesama warga, sekaligus dalam rangka memanjatkan doa kepada Allah. SWT, agar kedepan hasil panen sarang burung walet ngalau Lubuk bulang lebih banyak lagi dibandingkan dengan hasil sebelumnya.

“Tradisi perhelatan kampung dalam doa bersama itu sudah melekat dari zaman dulu kala. Tinggal kita, sebagai anak cucu melanjutkan tradisi yang baik ini, untuk dapat ditiru pula oleh generasi berikutnya,” terang Amsardi Jamal Dt. Gunung Ameh.

Sementara itu, Wali Nagari Gunung Selasih, H Syahroni, berikan apresiasi kepada seluruh masyarakat, terutama para pengurus ngalau, serta orang-orang terlibat didalamnya, atas acara Bakawua. Karena kegiatan ini merupakan dalam rangka menumbuh kembangkan kekompakan, serta membangkitkan semangat gotong-royong warga dalam membangun ekonomi secara bersama.

Adapun tradisi masyarakat Lubuk Bulang disebut Bakawua ini, hendaknya kedepan dikemas lebih baik lagi, dan dapat juga menjadi acuan dan pendidikan budaya bagi kaum muda daerah, pungkasnya. (arp)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)