Agam

Walinagari Geragahan: Jembatan Gantung Dipriotaskan Segera Diperbaiki

Warta Andalas | Jumat, 14 Juli 2017 - 23:13:24 WIB | dibaca: 120 pembaca

WARTA ANDALAS, AGAM - Wali Nagari Garagahan, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Firmandaus, mengatakan, dalam waktu dekat akan melakukan perbaikan bantalan jembatan gantung sepanjang 50 meter menjadi akses transportasi warga melintasi Batang Kalulutan di Dusun Simaruok, Jorong II, Nagari Geragahan, Kecamatan Lubuk Basung.

Selain digunakan sebagai pelintasan oleh masyarakat di Simaruok, jembatan ini juga digunakan warga di Padang Pariaman yang berada di perbatasan di jorong luak gadang. 

"Saat ini, di Nagari Geragahan telah menyiapkan sebanyak Rp.100 juta untuk perbaikan bantalan jembatan, mungkin dalam waktu dekat akan kita perbaiki dan pada tahun 2018 perbaikan jembatan ini juga akan kita akan anggarkan," tuturnya.

Sementara itu, Tuo Kampung Dusun Simaruok, Darma Dion didampingi Ketua Pemuda Simaruok Alwi Merta menambahkan, jembatan gantung ini merupakan akses penting bagi masyarakat untuk membawa hasil pertanian, perkebunan dan sebagai jalan satu-satunya menuju ke pusat kota Lubuk Basung. 

"Saat ini kami dan para warga yang berjumlah 90 kk, sangat khawatir melintas di bantaran melihat kondisi jembatan gantung saat ini yang telah rapuh dan bisa membawa korban jiwa nantinya," tambahnya.

Padahal, jembatan tersebut setiap harinya dilewati puluhan sepeda motor dan pejalan kaki, setiap pagi sekitar pukul 06.00-08.00 WIB., jika sepeda motor banyak mereka harus antrean, belum lagi pejalan kaki yang juga memanfaatkan jembatan itu untuk melintas dari kawasan tersebut dan sebaliknya.

"Jembatan tersebut sudah cukup tua, sejak dibangun belasan tahun silam. Dan pernah ada perbaikan yang dilakukan oleh ABRI Masuk Desa (AMD) tahun 2011 sebagai sarana kemanunggalan TNI beberapa waktu lalu dengan menganti kayu pijakan dan pengelasan tetapi sekarang mulai kayu pijakan mulai rusak kita sangat mengharapkan jembatan lebih permanen di bangun yaitu jembatan beton,” ujarnya.

Hal tersebut dibenarkan oleh warga Kasmaneti (50). Ia mengaku setiap hari menggunakan jembatan itu untuk melintas dari rumahnya di Simaruok, Sebenarnya sedikit takut melihat kondisi jembatan itu sekarang, tetapi ini jalan satu satunya menuju kerumah.

"Kami masyarakat Simaruwok berharap kepada pihak terkait untuk dapat membantu memperbaiki jembatan gantung ini dengan bantalan seng plat sehingga bisa kokoh atau dibuat permanen," karena kayu hanya bisa bertahan selama satu tahun saja," tambahnya.

Hasil pantauan  wartawan dilapangan, Rabu (14/07), konstruksi utama jembatan memang masih cukup kuat dan masih dilalui. Namun, pagar pelindung di kedua sisi jembatan dengan lebar lebih kurang satu meter itu sudah mulai keropos, dibeberapa bagian sambungan pagar mulai ada yang patah, dan kayu bantalan sebagai pijakan sudah banyak yang rusak dan berlobang. (jon)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)