Agam

Wakil Gubernur Sumbar Kunjungi Masjid Taqwa Nagari Nan Tujuah

Warta Andalas | Senin, 04 Juni 2018 - 14:25:59 WIB | dibaca: 220 pembaca

WARTA ANDALAS, AGAM - Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit Dt Malintang Panai mengatakan, pendidikan karakter sangat perlu bagi generasi muda, tentu harus dimulai dari Agama yang akan menjadi pedoman bagi mereka nantinya.

Hal itu dikatakan Nasrul Abit saat memimpin Tim Safari Ramadhan Provinsi Sumatera Barat saat mengunjungi Masjid Taqwa Jorong Lariang, Nagari Nan Tujuah, Kecamatan Palupuah, Kabupaten Agam, Jum'at (1/6).

"Kalau pendidikan karakter tidak dimulai dari Agama, maka cita-cita anak kemenakan kita menjadi orang sukses akan sia-sia, begitu juga pengaruh dampak negatif dari handphone," ujarnya lagi.

Tidak sedikit generasi muda memilikinya, sehingga menjadi pengaruh negatif bagi mereka apabila orang tua lepas kontrol. "Pakailah handphone untuk memberikan dampak positif bagi diri kita," kata Nasrul Abit.

Tidak hanya itu, yang lebih besar lagi adalah pengaruh obat terlarang seperti Narkoba, Polri sudah berupaya membasmi peredarannya, tetapi semua dilakukan tidak semudah yang dibayangkan sehinga barang haram itu telah mewabah ke pelosok nagari.

Wakil Gubernur Sumbar itu mengimbau parik paga nagari merapatkan barisan untuk menjaga kampung dan anak kemenakan agar terbebas dari peredaran zat adiktif tersebut.

Begitu juga dengan peristiwa yang viral di media saat ini adalah bom bunuh diri. "Apabila ada orang yang pindah kesuatu jorong atau nagari, tanyakan asal usulnya supaya tidak terjadi kekacauan di nagari kita," tuturnya.

Dengan demikian, Nasrul Abit memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Agam yang sedang berupaya membangun peradaban di daerah itu hingga nagari dan jorong melalaui gerakan Nagari Madani yang dicanangkan Bupati Agam Indra Catri dua tahun lalu.

"Dengan gerakan itu diharapkan masyarakat dan generasi harapan bangsa menjadi lebih baik ke depannya," tuturnya lagi

Wakil Bupati Agam Trinda Farhan Satria Dt Tumangguang Putiah hadir saat itu menyebutkan, gerakan Nagari Madani sudah memasuki tahun ke dua. Ini suatu komitmen bagi Agam untuk mengamalkan syair Indonesia Raya "bangunlah jiwanya dan bangunlah badannya".

"Kita pakai filsafat minang untuk diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari yaitu "adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah, syarak mangato adat mamakai" ini yang kita gulirkan dalam Nagari Madani," ujarnya.

Ada tujuh kriteria dan 45 indikator dalam Nagari Madani dengan lima level atau tingkatan, untuk esesman pertama paling tinggi baru level III diberikan reward, bagi progres tertingginya diberikan dana insentif Nagari Madani.

Dengan demikian, Trinda mengharapkan masyarakat memanfaatkan Ramadhan ini sebagai momentum percepatan akselarasi capaian Nagari Madani sekaligus meningkatkan ibadah di bulan yang suci ini.

"Dari kriteria Nagari Madani diantaranya menjadikan masyarakat kembali berintegrasi dengan Al-Qur'an, menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan sosial masyarakat, membudayakan kehidpan bergotong royong dan lainnya," ujar Wabup Agam tersebut. (khw)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)