Dharmasraya

Wabup Raja Medan : "Aparat Penegak Hukum Harus Bisa Bangun Budaya Anti Korupsi"

Warta Andalas | Jumat, 09 Desember 2016 - 14:40:55 WIB | dibaca: 199 pembaca

WARTA ANDALAS, DHARMASRAYA - Main usut dan main tangkap saja belum cukup memberi jaminan untuk melenyapkan praktek korupsi di negeri ini. Itulah sebabnya, Wabup Dharmasraya, H. Amrizal Dt. Rajo Medan minta semua aparat penegak hukum di Dharmasraya agar jangan hanya rajin mengusut kasus, tetapi harus disertai pula dengan upaya membangun budaya anti korupsi. Dengan begitu praktek korupsi bisa dihapus di bumi pertiwi yang gemah ripah loh jinawi. "Mari kita bicara bagaimana menghapus korupsi," kata wabup yang juga kader Partai Hanura ini ketika bertindak sebagai keynotespeaker dalam acara sosialisasi anti korupsi se dunia Jumat 9 Desember 2016 di aula kantor bupati Dharmasraya.

Wabup yang sederhana ini mengaku respek dengan aksi pemberantasan korupsi. Namun ia minta kepada para penegak hukum, agar dapat berkordinasi dengan dirinya jika akan melakukan penyelidikan terkait adanya dugaan penyimpangan di semua instansi lingkup Pemkab Dharmasraya. Koordinasi itu penting supaya, penyelidikan terhadap dugaan penyimpangan bisa lebih sukses lagi. Sebagai pejabat yang mengkoordinasikan masalah pengawasan, Wabup Raja Medan ingin mendapat informasi utuh terkait dengan adanya dugaan penyimpangan yang dilakukan anak buahnya.

Di depan Kajari Dharmasraya Hardjo SH, Wabup Raja Medan juga mengingatkan, aparatur sipil daerah hendaknya dapat menegakkan identitasnya sebagai pegawai negeri. Paling tidak, di saat berdinas dapat menggunakan seragam dan atribut sebagai pegawai negeri. "Pergi ke kantor jangan seperti orang mau ke pasar saja. Pakai lambang Korpri, papan nama dan atribut kesatuan lainnya. Siapa tahu ada razia, biar petugas segera mengenali kita," ujar sosok yang pernah berjualan es mambo untuk biaya sekolahnya ini.(hms)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)