Agam

Wabup Agam: Setiap Manusia Punya Jiwa Kepemimpinan

Warta Andalas | Jumat, 28 September 2018 - 06:48:35 WIB | dibaca: 336 pembaca

WARTA ANDALAS, AGAM - Wakil Bupati Agam, Trinda Farhan Satria Dt Tumangguang Putiah menyebutkan semua orang memiliki jiwa kepemimpinan, sehingga untuk melakukan sesuatu tidak karena orang lain, tetapi dituntut dengan rasa tanggungjawab.

Di sisi lain, orang sukses memiliki etos kerja atau semangat kerja yang bagus berawal dari keyakinan dan agamanya masing-masing.

Hal itu disampaikan Trinda Farhan Satria dihadapan ratusan pejabat eselon IV di lingkungan Pemkab Agam, saat menjadi pembicara tentang leadership by heart (kepemimpinan dengan hati), di Bappeda Agam, Rabu, (26/9).

Menurutnya, materi leadership by heart ini untuk membangun budaya kerja yang produktif, wabup berprinsip apapun konsep sistem kerja dimuat sangat tergantung pada manusia yang merupakan sebagai pelakunya.

“Saya pernah sampaikan materi teaching by heart pada guru yang ada di Agam, ternyata dengan mengolah bentuk materi lain, juga dibutuhkan oleh pegawai dan pejabat lainnya yang sudah dimulai dari walinagari, camat, eselon II, III dan saat ini dilakukan terhadap eselon IV,” ujarnya.

Dengan materi itu, wabup berharap menjadi stimulan untuk memunculkan keasadaran dan membangun etos kerja yang muncul dari dalam jiwa peserta masing-masing.

Disebutkan, visi Agam madani, nilai adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah nilai yang harus dipedomani, melalui kegiatan ini dicoba membangun dan mengubah etos kerja orang mukmin karena memiliki kesungguhan atau kerja keras.

“Bersungguh-sungguhlah dengan rasa tanggungjawab kepemimpinan dan jalankan tugas bukan karena faktor orang lain, tetapi muncul dari dirinya masing-masing,” ujarnya.

Kegiatan itu, juga sebagai upaya dalam membuka mindset ASN, karena semuanya berpotensi hebat, namun barangkali mereka kurang bisa melakukannya, ini yang dibongkar melalui leadership by heart tersebut.

Kegiatan yang digagas BKPSDM itu, ditutup dengan renungan, bahwa semua insan Agam madani harus punya sebuah prinsip nilai hidupnya bukanlah apa yang didapatkan, tetapi sejauh mana mereka bermanfaat bagi orang lain.

“Semakin banyak manfaat bagi orang lain, semakin besar nilai hidupnya,” ujar Wabup Agam itu. (khw)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)