Dharmasraya

Tuntut Bebaskan Warga yang Ditahan, Ratusan Warga Bonjol Datangi Pabrik Sawit PT. SMP

Warta Andalas | Kamis, 27 April 2017 - 23:13:54 WIB | dibaca: 1524 pembaca

WARTA ANDALAS, DHARMASRAYA – Sedikitnya, ratusan masyarakat kenagarian Bonjol kecamatan Koto Besar melakukan aksi demontrasi ke pabrik Kelapa Sawit Silago Makmur Pratama (SMP), Kamis (27/4).

Hal tersebut dipicu oleh tak terimanya dua orang warga Bonjol yang ditahan oleh pihak kepolisian, karena tersandung kasus penganiayaan terhadap salah seorang security perusahaan Incasi Raya, baru baru ini.

Menyikapi hal itu, Joni seorang tokoh pemuda setempat saat di lokasi demontrasi itu mengatakan, kedatangannya ke PT. SMP itu adalah untuk meminta agar membebaskan warga yang ditahan.

“Kami meminta kepada pihak perusahaan agar membebaskan warga kami yang ditahan oleh pihak kepolisian. Selain itu, kami juga meminta kepada pihak perusahaan untuk mengukur ulang lahan kami, sebab ada indikasi perusahaan telah menyerobot lahan kami tanpa ada kemufakatan dengan ninik mamak selaku penguasa tanah wilayat di Bonjol ini,” ungkapnya.

Tak hanya itu, lanjut dia, kami juga meminta kepada pihak perusahaan untuk melepaskan lokasi Daerah Aliran Sungai (DAS) yang ditanami kelapa sawit, karena sangat berdampak kepada ketidaklancarannya aliran air sungai.

“Sebelum pihak perusahaan mengabulkan permintaan tersebut, kami dari pihak warga kenagarian Bonjol yang dirugikan selama ini tetap akan berkelanjutan melakukan aksi dengan cara menghentikan segala  aktifitas perusahaan PT. SMP ini,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Humas PT. SMP mengatakan, sebenarnya awal dari permasalahan ini adalah akibat salah seorang anggota security kami, Cak Din (42) memerogoki adanya orang mengambil buah sawit, lalu di laporkannya kepada pihak perusahaan. Dan tidak lama kemudian, warga itu datang bergerombolan memukul security itu sampai kritis.

“Dikarenakan pihak dari keluarga korban tidak menerima atas perbuatan warga itu, lalu melaporkan kepada pihak yang berwajib. Namun kami dari pihak perusahaan telah pernah mencoba menjembatani kepada pihak keluarga korban untuk mediasi secara kekeluargaan,” terangnya.

Menurutnya, kemudian pihak korban secara legowo ada itikat baiknya untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan.

“Namun pihak dari pelaku tidak pernah menjenguk korban selama dirawat di rumah sakit, maka dari itu pihak keluarga korban mengambil inisiatif agar permasalahan ini di  proses secara hokum,” sebut Mon.

Sementara itu, Kapolres Dharmasraya Roedy Yoelianto S.IK, MH, 

di dampingi Kasat Reskrim AKP. Ardhi Nasution membenarkan adanya warga Bonjol yang melakukan aksi demo di PT. SMP tersebut.

“Demi untuk tidak terjadinya anarkis, kami dari pihak Kepolisian melakukan pengamanan sebanyak seratus lima puluh personil,  masing masing dari anggota Polres Dharmasraya dan juga dari anggota Polsek,” paparnya.

Insya Allah, imbuh dia, dengan secara  terbangunnya jembatan silaturahmi antara masyarakat dengan pihak kepolisian, secara teratur ratusan pedemo pun mulai membubarkan diri.

“Masyarakat melakukan aksi demo dengan tertib, aman dan tidak ada anarkis,” ujarnya. (arp)

 





Komentar : 1
Obat epidermolysis bullosa oles
28 April 2017 - 08:07:01 WIB
Banyak sekali faedah / manfaat yang saya dapatkan, terimakasih. ****://gg.gg/4ihqi | ****s://t.co/6q6BwV4gzD
<<< 1 >>>


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)