Solok

TSR V : Peran Ninik Mamak Sangat Menentukan Tegaknya Tibum dan Menangkal Paham Radikalisme

Warta Andalas | Rabu, 23 Mei 2018 - 14:22:16 WIB | dibaca: 506 pembaca

WARTA ANDALAS, SOLOK - Tim Safari Ramadhan (Tsr) kelompok V yang diketuai Wakil Ketua DPRD Kota Solok, Afdal Yandi dan Sekretaris Alizar, Nova Elfino, Asisten I Sekretariat Daerah Kota Solok, mengawali kunjungannya dimesjid Nurul Iman asrama XII Kodim 0309 Solok. Dalam Tsr V ikut Kepala Kominfo Kota Solok Zulfadli, anggota DPRD Kota Solok Anggry Nursa, anggota KPU Kota Solok Mogomam Mahmuda, Ketua LKAAM Kota Solok H. Rusli Khatib Sulaiman, Kadis Ketahanan Pangan Kota Solok Ikhvan Marosa, dan staf Kesra Kota Solok Alfendi alias Buya. 

Dalam kunjungan Tsr kelompok V kemesjid Nurul Iman sempat diwarnai dengan kerasnya bunyi petasan yang membuat kaget Tsr V dan jamaah Nurul Iman. Tapi setelah dilakukan netralisir oleh pengurus mesjid Nurul Iman suasana kembali normal dan dialog antara Tsr Kelompok V Pemko Solok dengan jemaah mengalir dengan santai dan penuh persaudaraan serta canda tawa tanda tali persaudaraan semakin erat.

Dimesjid Nurul Iman, jemaah lebih banyak mengungkapkan keluhan pada persoalan air. Andri, salah satu warga menanyakan kepada Nova Elfino, Asisten I setretariat daerah Kota Solok, terkait seringnya air PDAM Kota Solok mati. Bahkan air mati sampai seminggu dan kondisinya keruh dan perlu penyaringan lebih dulu.

Nova Elfino, menjawab keluhan masyarakat mengatakan keluhan masyarakat tersebut sudah ditindaklanjuti dengan memerintahkan PDAM Kota Solok untuk melakukan perbaikan dan secepatnya memenuhi hak masyarakat akan air bersih. Saat ini, kata Nova, PDAM Kota Solok sudah bekerja sebaik mungkin untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat Kota Solok. Kemudian Kota Solok kedepan akan mengoperasikan IPAL di Banda Panduang, sebagai solusi untuk mengatasi kekurangan sumber air bersih di Kota Solok.

Sementara, hari kedua, Tim Tsr V berada dimesjid Al Khautsar, mesjid yang berada dilingkungan Kepolisian Resort Solok Kota lebih banyak menekankan pada ketertiban umum. Ketertiban umum ini mencakup persoalan teroris yang saat ini marak terjadi dan sasarannya adalah anggota Polri. Seperti yang terjadi baru-baru ini di Surabaya yang menewaskan pelaku bom, masyarakat serta anggota Polri. Pihak Polresta Solok yang hadir dimesjid Al Khautsar dan bertemu Tsr V menyarankan agar pemda bersama Kemenag Kota Solok untuk menggiatkan sosialisasi bahaya teroris, narkoba, serta pengaruh media sosial. Terutama memperbanyak tausyiah agama berupa pengajian yang mudah dipahami masyarakat. 

Selain itu, menangkal paham radikal bukan hanya tugas pemko Solok, Polri, dan Kemenag semata. Tapi peran ninik mamak sangat penting karena tataran budaya dan sosial di Minangkabau sudah menjadi acuan bagi anak kemenakan. Ninik mamak dan bundo kanduang adalah pondasi utama untuk menangkal paham radikalisme ditengah-tengah masyarakat, kaum, anak kemenakan, dan keluarga.

H. Rusli Khatib Sulaiman, Ketua LKAAM Kota Solok sangat mendukung dilibatkannya ninik mamak dan bundo kanduang dalam menangkal paham radikalisme. Ninik mamak dan bundo kanduang akan berupaya semaksimal mungkin mengingatkan dan mengajak masyarakat untuk memperdalam ajaran islam. "LKAAM mendukung upaya Polri dalam menegakan ketertiban umum (Tibum)" Katanya. (Zfk)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)