Payakumbuh

Tolak Bekerjasama dengan Portal, IMO Sumbar Sesalkan Sekertariat Dewan Payakumbuh

Warta Andalas | Jumat, 22 Desember 2017 - 22:42:28 WIB | dibaca: 12077 pembaca

Amin P, pemegang mandat DPW IMO-Indonesia Provinsi Sumatera Barat

WARTAANDALAS, PAYAKUMBUH – Ditengah kemajuan technology yang diiringi dengan semakin canggihnya dunia internet, kecepatan dalam menyajikan informasi dari media online merupakan sebuah tuntutan. Pasalnya, dalam hitungan menit, dan bahkan bisa jadi hanya dalam hitungan detik, seluruh informasi yang dikemas dalam bentuk sebuah pemberitaan yang dimuat dalam media online atau media siber, akan dapat langsung diakses oleh siapa saja dan dimana saja.

Tak harus menggunakan perangkat computer atau laptop, tetapi dalam perkembangannya beberapa tahun belakangan ini, media online juga bisa diakses dari smartphone. Bahkan, di era kekinian, umumnya masyarakat telah menggunakan smartphone, yang selain untuk kemudahan mengakses informasi, juga sekaligus untuk berselancar mengarungi media social di internet seperti Facebook, Twitter, Two, Instagram dan berbagai medsos lainnya.

Terkait medsos tersebut, media online juga telah memiliki aviliasi, dengan melakukan share dari media online-nya, maka akan langsung tersebar di medsos manapun yang diinginkan.

Artinya, media online telah menjadi trend dan sebuah kebutuhan di tengah masyarakat, sehingga dapat dengan mudah dan cepat mengetahui apa yang terjadi hari ini, dan tak harus menunggu sehari ataupun berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan.

Menyikapi kondisi yang terjadi di kota Payakumbuh, khususnya di sekertariat Dewan yang terkesan enggan dan menolak untuk diajak bekerjasama dengan media online, pemegang mandat dan Ketua Sementara Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Ikatan Media Online (IMO) Indonesia provinsi Sumatera Barat yang juga merupakan Pimpinan Umum dan Pimpinan Redaksi Warta Andalas, Amin Pratikno menyatakan sangat menyesalkan sikap sekertariat dewan tersebut.

Menurutnya, di era seperti sekarang ini, tidak zamannya institusi tak mengerti dengan media online.

“Sekarang ini, hampir semua orang memiliki smartphone. Artinya, tentu orang di sekertariat dewan itu bukanlah pegawai yang Gaptek (Gagap tekhnologi.red). Jadi, tak ada alasan untuk menolak penawaran kerjasama dengan media online,” ujar pria yang juga turut menghadiri deklarasi IMO-Indonesia di Jakarta beberapa waktu lalu itu.

Dalam kemajuan dunia internet ini, lanjut Amin, tidak mungkin mereka (pihak sekertariat dewan) tidak mengetahui betapa besar manfaat media online yang sanggup menyebarkan kegiatan dan kinerja dari DPRD kota Payakumbuh ke seluruh pelosok negeri, bahkan internasional. Bahkan, berita-berita yang dimuat pada media online, kerap dijadikan sebagai sumber untuk mencari informasi jika DPRD akan melakukan study banding serta reverensi mencari bahan pendukung kinerjanya.

“Jadi, sangat naïf jika masih ada pihak atau instansi yang menolak bekerjasama dengan media online,” tandasnya. (zal/red)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)