Sawahlunto

Tokoh Masyarakat dan Pelaku Ojek di Sawahlunto, Tolak Revisi UU Nomor 22 Tentang LLAJ

Warta Andalas | Senin, 09 April 2018 - 13:45:52 WIB | dibaca: 299 pembaca

WARTA ANDALAS, SAWAHLUNTO – Kerapnya terjadi perseteruan antara ojek konvensional dengan ojek online di berbagai daerah di tanah air, tampaknya menjadi salahsatu penolakan terkait rencana revisi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009, tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Sejauh ini, di kota Sawahlunto Sumatera Barat memang belum ada pelaku ojek online, dan yang ada hanya menggunakan HP sebagai sarana menghubungi jasa tukang ojek bagi para pelanggannya. Dan biasanya, hal itu pun hanya dilakukan bagi mereka yang sudah saling mengenal, sehingga pengguna jasa ojek pun merasa nyaman atau terhindar dari rawannya kejahatan dan kecelakaan dari tukang ojek itu sendiri.

Menanggapi adanya revisi UU LLAJ tersebut, sejmlah masyarakat dari berbagai kalangan di Sawahlunto pun turut angkat bicara. Salahsatunya, dari Ketua Ojek pasar Sapan, Agusril saat ditemui Warta Andalas, Senin 9/4).

Didampingi pelaku ojek konvensional Sunarto dan Roni, pria yang akrab disapa Wak Aguih ini menyatakan bahwa untuk di kota Sawahlunto tidak perlu ada ojek online.

Menurutnya, disamping para pelanggan jarang yang menggunakan HP Andriod, hadirnya ojek online di Sawahlunto juga prediksi akan menyebabkan rawan gesekan.

Saat ini, kondisi kota sawahlunto cukup tenang, aman dan nyaman. Jika dilegalkan, pasti akan terjadi gap-gap ditengah pelaku usaha ini. Untuk itu, saya minta kepada pihak berwenang yang ada di pusat, agar tidak usah diresmikan,” sebutnya.

Dikatakan Agus, mayoritas pelaku ojek di Sawahlunto adalah usaha sampingan saat tidak ada proyek. Artinya, dengan adanya ojek online nantinya akan dapat menutup peluang usaha bagi mereka.

“Hal inilah yang dikhawatirkan dapat menjadi awal terjadinya gesekan ditengah masyarakat kita. Sebab, saat mereka tidak ada proyek, tidak bisa kembali menjadi tukang ojek,” tuturnya, yang juga diamieni oleh sejumlah tukang ojek lainnya di pangkalan ojek Sapan, Senin siang ini.

Hal senada juga disampaikan pelaku ojek convensional di pasar pusat kota Sawahlunto, Ade Berton.

Menurutnya, di Sawahlunto yang penduduknya multi etnis dan penuh dengan rasa kekeluargaan, tidak butuh adanya ojek online. Sebab, menurut Ade, selain mangkal di pasar, rata-rata pelanggannya akan menghubungi melalui SMS atau langsung menelphone.

“Artinya, kita sudah memiliki hubungan emosional atau kedekatan dari masing-masing pelanggan, sehingga mereka merasa nyaman menggunakan jasa layanan kami,” sebutnya.

 

Sementara itu, Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) kota Sawahlunto, H. Adi Muaris Khatib Kayo menyatakan bahwa tidak perlu ada revisi UU LLAJ, karena sudah ada komitment dari Dinas Perhubungan, Polri dan PU serta pihak terkait lainnya tentang peraturan Lalulintas.

“Hanya tinggal bagaimana cara melaksanakannya secara optoimal. Jika diperlukan, agar dilaksanakan PERPPU atau Perpres untuk menunda revisi tersebut, sehingga tidak menghabiskan energy dan tidak menghamburkan keuangan Negara dan juga tidak menimbulkan polemic yang mengakibatkan keresahan di tengah masyarakat,” ungkap mantan PNS yang pernah menjabat berbagai Kepala Bidang itu.

Kapada Warta Andalas, ia juga menghimbau agar para pelaku usaha jasa ojek untuk tetp melakukan aktivitasnya seperti biasa, namun harus tetap mengikuti dan mentaati semua peraturan yang berlaku.

Sementara itu, menanggapi penolakan yang datang dari berbagai pihak tersebut, Kapolres Sawahlunto AKBP. Zamroni Wibowo, SH, S.IK didampingi Kasat Lantas AKP. Harry M Puytra, S.Si mengatakan bahwa pihaknya tetap akan mengacu pada aturan serta intruksi dari Polri.

“Kita berharap polemic terkait revisi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang dapat memicu terjadinya benturan di tengah masyarakat ini, dapat segera diselesaikan oleh pemerintah,” sebutnya.

Namun demikian, lanjut dia, kita di institusi Polri akan tetap berpegang pada UU dan Peraturan yang berlaku. (ap)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)