Purbalingga

Tingkatkan Keterbukaan Informasi, Dinkominfo Adakan Evaluasi Medsos

Warta Andalas | Senin, 11 Februari 2019 - 15:10:18 WIB | dibaca: 97 pembaca

WARTA ANDALAS, PURBALINGGA - Dalam rangka meningkatkan keterbukaan informasi kepada masyarakat melalui media digital, Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo Purbalingga) mengadakan Evaluasi Medsos dan Pelatihan Pembuatan Infografis untuk Admin Media Sosial OPD Kabupaten Purbalingga, di Aula Dinkominfo Purbalingga, Senin (11/2).

Kepala Bidang IKP (Informasi dan Komunikasi Publik) Dinkominfo Purbalingga Istrijati mengatakan, media sosial sangat penting, selain sebagai sumber informasi OPD bagi masyarakat, bisa juga sebagai media penyerap aspirasi dari masyarakat.

“Dengan adanya media sosial di setiap OPD, masyarakat tidak perlu lagi bingung untuk menyampaikan aspirasi atau menanyakan sesuatu terkait OPD yang bersangkutan. Selain itu masing-masing OPD juga wajib memiliki PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi), di mana PPID berfungsi sebagai pengelola dan penyampai dokumen yang dimiliki oleh badan publik sesuai dengan amanat UU 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).” kata Istri.

“Di dalam PPID bisa dikelompokkan mana yang termasuk informasi setiap saat, informasi berkala, informasi serta merta, dan informasi yang dikecualikan. Nantinya admin medsos OPD ini bisa sekaligus menjadi admin PPID di masing-masing OPD, karena akun media sosial OPD dan PPID keduanya saling berkaitan dan masuk ke dalam penilaian dari KIP (Komisi Informasi Provinsi),” lanjutnya.

Kepala Seksi Komunikasi Publik Sapto Suhardiyo mengatakan, untuk meningkatkan efektifitas dari media sosial OPD, para admin harus rutin membagikan informasi yang dibutuhkan masyarakat.

“Di setiap OPD pasti rutin mengadakan kegiatan, itu bisa dishare di media sosial OPD. Selain itu data, kebijakan-kebijakan, dan pelayanan yang ada di masing-masing OPD bisa juga dishare dalam bentuk infografis agar lebih menarik dan mudah dimengerti oleh masyarakat,” kata Sapto.

Ia melanjutkan, postingan yang dibagikan bisa berupa infografis, video, maupun foto yang disertai keterangan.

“Postingan dibuat semenarik mungkin. Bisa dibuat video kegiatan berdurasi maksimal 1 menit maupun infografis supaya menarik, misalnya RSUD, bisa dibuat infografis mengenai alur pendaftaran, administrasi, fasilitas, dan informasi kamar kosong,” lanjutnya.

“Efektivitas media sosial bisa dievaluasi di medsos masing-masing melalui fitur insight. Untuk meningkatkan jumlah follower bisa ditunjang dengan mengadakan lomba-lomba,” pungkasnya. (PI-9)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)