Profil

Tingkatkan Kepercayaan Konsumen, Merk Ratu Galuh dan Metta Iskandar Dipatenkan

Warta Andalas | Kamis, 09 November 2017 - 17:09:26 WIB | dibaca: 187 pembaca

Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) merupakan hak yang diberikan kepada orang-orang atas hasil dari buah pikiran mereka. Biasanya, hak eksklusif tersebut diberikan atas penggunaan dari hasil buah pikiran si pencipta dalam kurun waktu tertentu.

HAKI adalah hak yang berasal dari hasil kegiatan kreatif suatu kemampuan daya pikir manusia yang diekspresikan kepada khalayak umum dalam berbagai bentuknya, yang memiliki manfaat serta berguna dalam menunjang kehidupan manusia, dan juga mempunyai nilai ekonomis.

Terkait hal tersebut, Metta Iskandar sang pemilik merek dagang Ratu Galuh telah menyikapinya dengan mendaftarkan merek Ratu Galuh ke Direktorat Jendral Kekayaan Intelektual Kementria Kum dan HAM, Kamis (11/9/2017).

Tak hanya Ratu Galuh, dalam pendaftaran dengan nomor referensi eFiling bernomor: WFT2017021156 tertanggal 8 November 2017 itu, nama Metta Iskandar juga turut didaftarkan.

“Iya, untuk meningkatkan kepercayaan pada konsumen serta mengantisipasi pemalsuan, kedua-duanya sudah saya patenkan. Tidak hanya merk Ratu Galuh-nya saja, tetapi nama Metta Iskandar-nya jugaaaa,” sebutnya pada Warta Andalas, sambil tersenyum manis.

Meski harus mengeluarkan kocek cukup besar dan biar tidak nanggung-nanggung, lanjut Metta, semua resep juga sudah saya patenkan sekalian.

Meski tidak ada keharusan untuk mendaftarkan pada suatu badan pengelola HAKI, ujar Metta, akan tetapi hak cipta yang terdaftar akan sangat berguna untuk proses penyelesaian jika terjadi pelanggaran terhadap hak cipta tersebut.

Sebab, lanjut wanita berparas cantik khas tanah Pasundan ini, hak cipta bukan melindungi suatu ide atau konsep, tetapi melindungi bagaimana ide atau konsep itu diekspresikan dan dikerjakan.

“Tidak diperlukan pengujian, tetapi karya harus original, dibuat sendiri, bukan copy dari sumber lain, dan penciptanya harus berkonstribusi tenaga dan keahlian,” paparnya.

Dikatakannya, dengan telah didaftarkan merek dagang itu, ada ejumlah hal positif, diantaranya pencipta/pemegang hak cipta memperoleh kepastian hukum setelah pendaftaran hak ciptanya disahkan oleh pejabat yang berwenang.

“Selain itu, apabila terjadi sengketa tentang hak cipta, umumnya ciptaan yang telah didaftarkan berkedudukan hukum lebih kuat, fakta pembuktiannya akan lebih akurat, dan pelimpahan hak cipta/pewarisan dan sebagainya lebih mudah dan mantap apabila telah terdaftar,” ungkap wanita yang juga sukses menggeluti bidang pertambangan dan property itu. (**)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)