Sawahlunto

Tindaklanjuti Rakornas di Sentul, Dandim 0310/SS Silaturrahmi ke Polres Sawahlunto

Warta Andalas | Selasa, 19 November 2019 - 21:54:36 WIB | dibaca: 10196 pembaca

WARTA ANDALAS, SAWAHLUNTO – Komandan Distrik Militer (Dandim) 0310/SS, Letkol Inf. Dwi Putranto, S.A.P., M.I.Pol melkukan silaturrahmi ke Mapolres Sawahlunto, Selasa (19/11/19), dan disambut langsung Kapolres Sawahlunto, AKBP. Junaidi Nur, SH, S.IK beserta jajarannya.

Menurut Junaidi Nur, selain untuk bersilaturrahmi, kedatangan Dandim 0310/SS ke Mapolres Sawahlunto ini merupakan tindaklanjut serta dalam rangka menajamkan hasil Rakornas “Indonesia Maju” pemerintah pusat dan Forum Komunikasi Pemerintah Daerah (Forkopimda) 2019, yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Rabu, 13 November 2019 yang baru lalu.

“Silaturrahmi ini merupakan tindaklanjut dari Rakornas Indonesia Maju di Bogor belum lama ini. Dan kami sama-sama bersepakat untuk meningkatkan sinergitas antara TNI dan Polri, sesuai tupoksi kami asing-masing untuk menjaga kondusifitas wilayah kita,” sebut Kapolres.

Kedepan, lanjut Junaidi Nur, kita akan terus meningkatkan koordinasi dan saling back-up, guna menciptakan keamanan, ketertiban serta kenyamanan masyarakat.

“Hal ini seperti yang diharapkan Presiden Joko Widodo, agar semuanya bisa bersinergi dengan baik demi menyukseskan agenda besar bangsa Indonesia, dan agar semuanya bisa sambung satu garis dari pusat sampai ke daerah,” ungkapnya.

Sementara itu, Dandim 0310/SS menambahkan, dalam akernas yang dihadiri oleh para Kepala Daerah, DPRD, Kepolisian, Kejaksaan, dan TNI kemarin, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam laporannya menyampaikan tentang lima visi besar yang akan dikerjakan dalam pemerintah lima tahun ke depan.

"Untuk itu, diharapkan peningkatan sinergitas, kesamaan visi dengan tujuan untuk membangun Indonesia yang makin maju ke depan,” sebutnya.

Lebih jauh dikatakan Dandim, bahwa sinergitas antara TNI dan Polri itu sangat penting dalam rangka membangun bangsa dan negara kesatuan Republik Indonesia.

Menurutnya, dua tugas yang sama-sama bergerak dalam soal keamanan tapi sangat berbeda karakter dan implementasinya,  dalam konteks hubungan dengan masyarakat.

“Kalau tugas Hankam, yakni bergerak dalam wilayah mengamankan konsistensi atau eksistensi negara agar tetap kokoh berdiri dalam berbagai ancaman keamanan dan juga mengamankan negeri ini dari berbagai hambatan, tantangan, gangguan dan ancaman,” terangnya.

Akan tetapi, imbuh Dandim, Kalau kepolisian tugas keamanannya berbeda, yakni keamanan dalam rangka melindungi masyarakat dan menertibkan masyarakat supaya suasana menjadi aman.

“Dua tugas ini berbeda, tapi harus sinergis. Kalau kita saling menunggu maka ancaman itu akan berkembang,” pungkasnya. (ap)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)