Sawahlunto

Tim TSR 24 Kunjungi Surau Nurul Haq Marone Tumpuk Tangah

Warta Andalas | Kamis, 24 Mei 2018 - 12:54:30 WIB | dibaca: 186 pembaca

WARTA ANDALAS, SAWAHLUNTO - Memasuki hari ke 2 perjalanan Tim Safari Ramadhan (TSR) 24 yang dipimpin Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Efriyanto Rabu (23/5) malam, rombongan ini mengunjungi Surau Nurul Haq Marone yang berada di desa Tumpuk Tangah kecamatan Talawi.

Kedatangan rombongan utusan Pemko Sawahlunto ini disambut langsung oleh pengurus Surau Nurul Haq Marone,Dahlius pengurus lainnya serta pendamping dari desa dan  puluhan jemaah surau tersebut yang beberapa diantaranya merupakan tokoh masyarakat setempat. 

Dihadapan tim Ramadhan, Dahlius menyampaikan sejumlah program dan kegiatan yang dilaksanakan di surau tersebut, diantaranya adalah  TPQ yang masih membutuhkan perhatian pemerintah kota.

"Untuk memajukan beberapa program dan kegiatan kami di surau ini, dan yang sedang berjalan adalah TPQ, melalui tim Ramadhan ini kami mohon agar  adanya perhatian dari pihak Pemko," pintanya.

Menanggapi hal itu, Ketua tim Efriyanto dalam sambutannya 
menyampaikan bahwa Pemko sangat mendukung kegiatan tersebut.

Selain itu, ia juga memaparkan tentang pemerintah kota Sawahlunto yang saat ini dipimpin oleh Pjs. Walikota Abdul Gaffar.

Kepada seluruh jamaah, Efriyanto juga meminta masyarakat agar terus mendukung seluruh program Pemko. 

"Sebab bagaimanapun bagusnya rencana dan progam Pemko, tanpa didukung masyarakat maka tidak akan ada artinya. Karena semua program, tujuannya adalah untuk kemaslahatan umat, artinya untuk kesejahteraan  masyarakat," ujarnya.

Untuk itulah, lanjut Efriyanto, kami tim Safari Ramadhan diutus untuk bersilaturrahmi sekaligus menyerap aspirasi masyarakat di sini. 

"Semoga silaturrahmi dengan  masyarakat di desa ini akan terus terjaga dengan baik," harapnya.

Selanjutnya, usai  memperkenalkan anggota tim, Efriyanto mengajak jamaah Surau Nurul Haq untuk memahami dampak negatif dari penggunaan tekhnology seperti HP, khususnya bagi anak anak.

Menurutnya, kalau tidak dibentegi maka akan membahayakan bagi masa depan anak anak. 

"Perlu ada komitment untuk  membatasi bagi anak anak. Meski kita sayang, kalau tidak dijaga justru akan menjerumuskan. Sebab sudah banyak kasusnya," ungkapnya.

Untuk itu, imbuh dia, mari bersama-sama kita jaga dan diawasi. Begitu juga dengan  Televisi. Matikan tv jam 6 sampe jam 8 malam.

Lebih jauh, dalam kesempatan itu ia juga memaparkan program Pemda di seluruh bidang, seperti fasilitas pendidikan dan pelayanan kesehatan.

"Salah satu upaya Pemko dalam mewujudkan peningkatan pelayanan bagi masyarakat, adalah dengan adanya Pustu yang berpola menjemput bola," sebutnya.

Tak hanya itu, Efriyanto juga mengungkapkan bahwa adanya APBDes sebesar Rp.2,3 Miliar pertahun merupakan peluang untuk meningkatkan infrasruktur di desa desa dan diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik.

"Dalam pemanfaatannya, tentu harus dimusyawarahkan dengan baik. Dan hal yang penting adalah SDM aparatnya harus ditingkatkan. Tak hanya kuantitas, tapi juga harus diimbangi dengan kualitas," pungkasnya.

Sementara itu, dalam kesempatan dialog, Tubel, salahseorang jamaah surau Nurul Haq mempertanyakan belum mulainya kegiatan proyek fisik hingga bulan ini. 

Menurut Tubel, hal ini berakibat pada keresahan masyarakat akibat anjloknya perekonomian, khususnya di kalangan menengah kebawah.

Menjawab pertanyaan itu, efriyanto mengatakan bahwa hal tersebut terjadi karena adanya perubahan regulasi yang harus diselesaikan, dan sekarang hanya tinggal menunggu Perwako. 

"Bulan puasa ini sudah bisa mulai tender dan lelang. Untuk itu kami berharap agar jangan hal ini menjadi keresahan ditengah masyarakat," pintanya.

Hal senada juga disampaikan Afridarman yang sehari harinya menjabat sekertaris di Dinas DPPKAD kota ini.

Menurutnya, memang ada beberapa regulasi yang membuat pelaksanaan proyek infrastruktur menjadi tertunda. (ap)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)