Sawahlunto

Tim ICOMOS Lakukan Penilaian di Sawahlunto

Warta Andalas | Rabu, 05 September 2018 - 15:51:00 WIB | dibaca: 254 pembaca

WARTA ANDALAS, SAWAHLUNTO - Sarah Jane, dari International Council of Monument and Site (Icomos) dan  Yunus Arbi, tim pendamping dari Kementrian Pendidikan Kebudayaan RI, mulai melakukan penilaian terhadap situs sejarah penambangan batubara tertua di Indonesia Ombilin Coal Mining Heritage yang telah diajukan Pemerintah Indonesia  ke UNESCO sebagai nominasi Warisan Budaya Dunia, Rabu (5/9)..

Yunus Arbi mengatakan, sejak Senin 2 September 2018 tim penilai telah mensurvei beberapa lokasi,  yaitu pelabuhan Ema Haven kini Teluk Bayur sebagai situs muat dan angkut Batubara juga alur kereta api Kayu Tanam Pariaman, Padang Panjang dan Solok yang termasuk dalam situs transportasi penambangan.

Hari ini 5 September survey dilakukan di beberapa situs di Sawahlunto, yaitu situs Pembangkit listrik di Salak, situs  penambangan dan pompa air di Rantih, penjara orang rantai hingga Batang Ombilin yang termasuk situs awal penelitian penemuan batubara oleh de Greef.

“Penilaian memang dilakukan  tidak hanya di Sawahlunto, karena yang diajukan ke UNESCO adalah keseluruhan situs Penambangan Ombilin mulai dari awal produksi di Sawahlunto hingga situs transportasi Batubara menggunakan jalur Kereta Api dan Kapal laut yang dibangun di zaman Belanda,” ujarnya.

Saat mensurvey situs-situs tersebut, lanjut dia, belum banyak yang berubah dari Kota Lama, namun masih banyak yang harus diperbaiki karena Warisan Dunia UNESCO adalah penilaian dengan standar internasional.

Lebih jauh dikatakan, tujuan Pemerintah dan UNESCO dengan penilaian ini adalah adanya penyelamatan kekayaan warisan budaya bernilai dunia untuk peningkatan pariwisata yang memberi dampak ekonomi bagi masyrakat.

Yunus berharap, Sawahlunto kedepan dapat lebih menghidupkan narasi, bukan sekedar membangun infrastuktur, karena pariwisata budaya sisi yang menarik adalah ceritanya.

“Untuk siap menjadi kota tujuan wisata Internasional, masih ada fasilitas standar internasional yang harus dilengkapi,” pungkasnya. (e/hms)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)