Agam

Terobosan DLH Agam Akreditasi Laboratorium Untuk Peningkatan PAD

Warta Andalas | Selasa, 16 Mei 2017 - 20:19:01 WIB | dibaca: 145 pembaca

WARTA ANDALAS, AGAM - Laboratorium yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Agam, di bawah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dinilai sudah saatnya diakreditasi, supaya hasil pemeriksaan yang dikeluarkan dari labor dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

Mengenai hal tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Agam Yulnasri, Selasa (16/5) mengatakan, DLH memiliki laboratorium yang dibangun sejak 2008, dan diresmikan 2009 semasa itu dilakukan Wakil Bupati Agam Ardinal Hasan.

“Pada 2010 hingga 2012 labor sudah difungsikan yang hanya untuk standar pelayanan minimal di bidang lingkungan hidup,” ujarnya.

Ia mengakui, labor sangat dibutuhkan di Dinas Lingkungan Hidup untuk mencari hakikat kebenaran ilmiah dari sesuatu obyek dalam lingkungan alam, dan sosial, seperti pemeriksaan terhadap Rumah Sakit, Klinik, PDAM, SPBU, Perusahaan Agro Industri, Depot Air Minum dan lainnya.

Selama ini pemeriksaan labor dilakukan di Kota Padang, karenanya di Sumbar labor yang  sudah terakreditasi baru di Ibu Kota Provinsi Sumatera Barat tersebut. Jika labor di Agam sudah terakreditasi, maka daerah tetangga akan melakukan pemeriksaan ke labor DLH

“Maka dari itu, kita perlu mengejar akreditasi untuk labor tersebut. Bila nanti sudah terakreditasi, akan mampu menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Agam, yang diperkirakan mencapai Rp650 juta hingga Rp850 juta pertahunnya,” ujarnya pula.

Untuk mengejar Akreditasi, pihaknya telah membawa Komisi III DPRD Agam turun kelapangan untuk melihat secara langsung kondisi  labor tersebut. Kunjungan itu bertepatan dengan kunjungan dari tim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), untuk melakukan pemeriksaan terhadap labor yang dimaksud, Senin (15/5).

Lebih lanjut Yulnasri mengungkapkan, perlunya yang menjadi perhatian bagi kita adalah terhadap kelengkapan labor seperti Labu Erlenmeyer, yaitu sebuah peralatan yang seringkali di gunakan untuk mengukur dan mencampur bahan-bahan analisa, menampung larutan bahan padat ataupun cairan, meracik dan melarutkan bahan-bahan komposisi media, tempat kultivasi mikroba dalam kultur cair, tempat melakukan titrasi bahan. 

“Untuk itu kita mengharapkan Komisi III DPRD Agam dapat membuatkan sebuah payung hukum terhadap labor itu, supaya dapat berfungsi sesuai dengan standarnya. Bahkan juga mampu menghasilkan PAD. (jon)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)