Sijunjung

Terlambat dan Dikeluhkan Warga, Polres Sijunjung Bidik Proyek Jalan yang Dikerjakan PT. CTA

Warta Andalas | Selasa, 13 Maret 2018 - 17:28:55 WIB | dibaca: 184 pembaca

WARTA ANDALAS, SIJUNJUNG – Jajaran Kepolisian Resort (Polres) Sijunjung Sumatera Barat, tengah melakukan penyelidikan terhadap pelaksanaan proyek pembangunan peningkatan jalan paket III, ruas jalan Batang Karing - Timpeh dan ruas jalan Kamang - Kunangan yang di kerjakan PT. PT Cahaya Tunggal Abadi (CTA) di Nagari Kamang, Kecamatan Kamang Baru, Kabupaten Sijunjung, Propinsi Sumatera Barat, yang tak kunjung tuntas dan menuai masalah. Selain itu, PT. CTA juga terancam di blacklist.

Pasalnya, pekerjaan proyek peningkatan jalan paket III dengan pagu dana APBD 2017 senilai Rp.8,1 miliar itu, hingga kini tak kunjung selesai, dan mengakibatkan keluhan dari warga Timpeh IV, V dan VI.

Menanggapi hal itu, Kepala Bagian ULP Setdakab Sijunjung, Hari Fitriadi kepada wartawan mengaku siap diperiksa jika ditemukan masalah. Ia juga membantah adanya isu telah meloloskan perusahaan tersebut, atau adanya dugaan kongkalingkong.

"PT CTA itu pemenang I dengan tawaran Rp.8.107.231.000 dengan penawaran terkireksi terhadap HPS 85,34 persen," kata Hari Fitiadi, kepada wartawan, Senin (12/3/2018) di kantornya.

Dalam hal ini, lanjut dia, tugas pokja hanya sampai di dokumen dan tak perlu ke lapangan. Kalau bermasalah, baru kita cek kelapangan.

“Jika bermasalah kita pun siap diperiksa," kata Hari Fitriadi.

Dikatakannya, soal fisik itu urusan PU. Kalau Pokja hanya dokumen. Apabila diperlukan, pokja ULP dapat meminta uji mutu/teknis/fungsi untuk bahan alat tertentu sebagaimana tercantum dalam LDP. Dan jika terdapat kurang jelas, Pokja ULP melakukan klarifikasi dan peserta tidak diperkenankan mengubah substansi penawaran.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Sijunjung, Ir. Budi Syafarman pun tak menampik terkait proyek peningkatan jalan yang diduga bermasalah dikerjakan PT. CTA yang sudah terkena sanksi itu.

"Ya, perusahaan tersebut (PT. CTA.red) sudah dalam proses pemutusan kontrak dan dalam proses blacklist (daftar hitam-red). Dan mereka juga dalam proses mengurus jaminan," kata Budi Syafarman, dibalik telepon selularnya, Senin (12/3/2018) ketika dibubungi menuju Padang.

Kapolres Sijunjung, AKBP. H. Imran Amir, SIK.MH, mengaku telah membidik proyek bermasalah itu. "Ya, soal proyek di Timpeh tersebut dalam penyidikan Polres Sijunjung," kata mantan Subdit Tipikor Polda Sumbar, itu kepada wartawan, Senin (12/3/2018) itu singkat.

Seperti diberitakan sebelumnya, proyek yang dikerjakan PT CTA itu akses jalan dari dan ke Timpeh IV, V dan VI tersebut merupakan jalan kabupaten yang selalu dilalui warga.

Diketahui, jalan sepanjang 25 kilometer yang dikerjakan PT.CTA itu merupakan pengerjaan aspal dan rijid.

Meski kontrak pekerjaannya terhitung 7 Juli hingga 31 Desember 2017, namun hingga kini tak juga kunjung tuntas. Karena tak tuntas, akhirnya Dinas PUPR Sijunjung memberikan sanksi denda pengerjaan maksimum.

“Ya, hingga kini pengerjaannya belum selesai. Akibatnya, pihak pelaksana (PT CTA) diberi sanksi maksimum 50 hari untuk mengerjakan proyek tersebut,” kata Kepala Dinas PUPR Sijunjung, Ir. Budi Syafarman melalui Kabid Bina Marga, Syafruddin, ST yang lebih akrab dipanggil Jang Layo, kala itu.

Sementara, pihak PT CTA pun tak menampik atas keterlambatan pengerjaan yang berujung denda tersebut.

“Apapun yang terjadi, akan kami selesaikan. Keterlambatan pengerjaan karena terhalang cuaca,” kata Wahyu, selaku pelaksana PT. CTA kepada wartawan, Kamis (22/2/2018) via telepon selularnya. (sr)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)