Nasional

Telkom Pacu Pertumbuhan Bisnis IT Services di Tahun 2014

Warta Andalas | Kamis, 30 Januari 2014 - 20:16:29 WIB | dibaca: 1096 pembaca

UKM: Tikar dari daun panda, di Kedungadem

WARTA ANDALAS, JAKARTA - Sebagai BUMN yang bergerak dalam sector bisnis Information and Communication Technology (ICT), PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk tidak dapat hanya mengandalkan sumber sumber revenue-nya pada bisnis access dan connectivity (legacy) saja yang melayani sambungan telepon kabel, komunikasi data, broadband, satelit, jaringan dan interkoneksi, tetapi juga sudah masuk ke bidang IT services (new wave) yang meliputi : managed network, managed application dan IT managed services.

Selama lima tahun terakhir, Telkom sebagai market leader layanan telekomunikasi di segmen korporasi dan bisnis usaha kecil menengah (UKM)  berhasil menjaga pertumbuhan bisnis legacy-nya di segmen korporasi dengan rata-rata growth sebesar 5%.

Namun, di sisi lain, Telkom menyadari bahwa trend life style masyarakat dalam berkomunikasi sudah sangat berkembang dan mengarah terhadap penggunaan kreativitas konten dan aplikasi serta IT services (new wave).

Fokus pada bisnis new wave telah menjadikan hal tersebut sebagai motor pertumbuhan bisnis Telkom di segmen korporasi dan bisnis UKM. Hal ini terlihat dari rata-rata pertumbuhan revenue Telkom untuk layanan IT services di segmen korporasi selama lima tahun terakhir yang mencapai double digit 11%. Pertumbuhan yang lebih pesat ditunjukan pada segmen bisnis UKM, yg tumbuh rata-rata 43%. Total besaran revenue "new wave" pada tahun 2013 lalu sekitar Rp 6 Trilyun.

"Asumsi perhitungan kita, dalam 5 tahun kedepan (tahun 2018) Telkom masih akan tumbuh dengan CAGR secara aggregat 17% untuk bisnis IT services pada kedua segmen korporasi dan UKM", ujar Muhammad Awaluddin

Direktur Enterprise and Business Services Telkom. Menurut Awaluddin, ada 3 (tiga) hal yg menjadi dasar pemikiran Telkom untuk terus mengembangkan bisnis IT Services-nya. 3 (tiga) hal tersebut dikemas dengan konsep : THINK BIG (BIG - Business Model, Innovation and Growth).

Model bisnis (Business model) ke pelanggan  sangat ditentukan akibat terjadinya pergeseran pengeluaran biaya IT services di pelanggan korporasi saat Ini yg dikarenakan solusi berbasis cloud services, pembiayan Capex menjadi Opex, termasuk tuntutan pelanggan yang ingin
terus menekan biaya operasi IT (lower operating cost). Inovasi (Innovation) saat ini berkembang ke arah mobile solution.

Disamping itu, terjadi pertumbuhan yg sangat pesat dalam mengkonsumsi bandwidth dalam era "big data" saat ini. Prediksi kedepan, organisasi korporasi dan bisnis UKM akan sangat banyak memanfaatkan social media sebagai network marketing mereka.

Pertumbuhan (Growth) didorong mengantisipasi pertumbuhan pasar IT services yg diprediksi tahun 2014 ini tumbuh sekitar 13%. Disamping itu Telkom juga akan menggarap serius layanan cloud computing utk Platform as a Service (PaaS), ekspansi data center dan mulai jeli melihat trend BYOD (bring your own device) yang sangat berpotensi meningkatkan traffik data internet, termasuk aspek enterprise security.

Di segmen bisnis UKM yang diyakini akan menjadi pasar ICT yang besar, Telkom fokus pada bisnis ICT di sektor Usaha Kecil Menengah (UKM) yang notabene pasarnya sangat besar, tersebar dan menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia.

"Tidak banyak yang mampu, tapi Telkom mampu dan berkewajiban mengembangkan layanan ICT untuk segmen UKM agar tercipta UKM Indonesia yang Maju, Mandiri dan Modern" ujar Awaluddin.

Telkom sendiri untuk segmen Enterprise dan Small Medium Enterprise (SME) di tahun 2014 menargetkan perolehan revenue sebesar Rp 10 Trilyun dengan komposisi segmen Enterprise berkontribusi 75% dan sisanya 25% dikontribusi oleh segmen SME. "Telkom akan fokus di segmen Enterprise dan SME karena 2 (dua) segmen ini menjadi pusat pertumbuhan untuk revenue unconsole Telkom" tegas Awaluddin.

Di tahun 2014 ini, porsi revenue utk segmen korporasi dan bisni UKM, sejumlah 61% ada pada kategori layanan broadband dan IT services (new wave) serta 39% ada di area layanan suara (voice) dan layanan jaringan. Hal ini juga didorong karena ukuran pasar fixed data dan IT services segmen korporasi di Indonesia 3 kali lebih besar dibandingkan segmen retail.  (rel)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)