Solok

Tekan Peredaran Narkoba, Wawako Solok Gandeng TNI

Warta Andalas | Jumat, 02 Maret 2018 - 17:52:56 WIB | dibaca: 220 pembaca

WARTA ANDALAS. SOLOK. Peredaran narkoba seolah-olah seperti akar pohon beringin, uratnya banyak dan menjalar kemana-mana. Disetiap dahannya terdapat akar yang menggantung, besar kuat dan terpatri ketanah. Dipotongpun akan tumbuh lagi akar baru, muda dan kuat kecuali jika ditebang pohonnya dan roboh, maka habislah.

Seperti inilah peredaran narkoba, selain makin marak bahkan pelakunya tidak pernah takut untuk terus mengedarkannya. Bahkan jumlah yang diedarkan lebih banyak lagi, dalam sekali kirim bisa mencapai puluhan kilogram. 

Pemberantasan narkoba, Kata Reiner, ST, MM, Dt. Intan Batuah Wawako Solok, juga Ketua BNK Kota Solok mengakui maraknya peredaran narkoba di Kota Solok akan sulit diberantas jika hanya dilakukan oleh pemerintah daerah semata, tanpa ada keterlibatan penegak hukum. Salah satunya Kodim 0309 Solok sebagai sebuah institusi yang mampu dan punya kekuatan dalam melakukan pencegahan peredaran narkoba terutama internal Kodim itu sendiri.

Karenanya, dengan menggandeng TNI peredaran narkoba dapat diminimalisir dan TNI sebagai penegak hukum memilki wewenang menindak, menangkap, dan memprosesnya untuk kemudian diserahkan kepihak Kepolisian. Sementara pemda dan BNK tidak punya kewenangan menangkap dan memproses, kecuali sebatas himbauan dan ajakan melalui berbagai sosialisasi dan kegiatan lainnya."Jadi, dengan keterlibatan TNI pemberantasan narkoba akan lebih kuat" Kata Reiner.

Letkol Arh. Priyo Iswahyudi, S.Ip, Dandim 0309 Solok menyambut baik rencana pemda Kota Solok dan BNK Solok untuk menggandeng institusinya dalam pemberantasan narkoba. Bagi Priyo, peredaran narkoba sudah berada pada level merah dan cukup banyak korban yang berjatuhan akibat peredaran narkoba. Dalam internal TNI, terutama dalam wilayah teritorial Korem 032 Sumbar, dari 176 personil TNI aktif yang Dipecat, kasus terbesar adalah narkoba, setelah kasus lainnya seperti kasus rumah tangga dan pidana lainnya.

“Semuanya sudah dilakukan pemecatan berupa pemberhentian tidak hormat dari keanggotaan TNI. Jangan ada korban baru dikalangan TNI aktif,"  ujar Priyo. (zfk)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)