Parsenibud

Tak Ada Pahargyan Agung, Pemkb Tetap Nguri-uri Budaya

Warta Andalas | Selasa, 09 Desember 2014 - 17:49:56 WIB | dibaca: 1072 pembaca

WARTA ANDALAS, PURBALINGGA – Meski tak ada lagi acara pahargyan agung pada puncak peringatan hari jadi kabupaten Purbalingga, namun pemkab tetap berkomitmen nguri-uri budaya. Hal itu disampaikan Bupati Purbalingga Sukento Rido Marhaendrianto menanggapi pertanyaan salah seorang facebooker saat acara Dialog Halo Bupati di Pendapa Dipokusumo, Senin (8/12) malam.

Acara dialog yang diselenggarakan rutin oleh Bagian Humas Setda bekerja sama dengan Dinhubkominfo, memang membuka pintu dialog seluas-luasnya melalui berbagai media termasuk media social facebook dan twitter. Acara itu sendiri disiarkan langsung melalui dua radio pemkab, yakni LPPL Radio Suara Perwira 103fm dan LPPL Radio Ardilawet 96,3fm. Bahkan juga direlay oleh radio komunitas di wilayah kecamatan Karangmoncol.

“Pahargyan agung memang tidak lagi diselenggarakan, diganti dengan rapat paripurna DPRD dan upacara. Tapi setiap peringatan hari jadi, saya dan jajaran SKPD selalu memakai pakaian tradisional. Itu tanda kita tetap nguri-uri budaya,” ujar Bupati.

Disamping itu, kegiatan budaya juga tetap menjadi pilihan utama dalam memeriahkan peringatan hari jadi tahun ini. Seperti pagelaran wayang kulit, pentas seni tradisional, dan pawai budaya yang juga akan menghadirkan berbagai potensi budaya lokal di Purbalingga.

“Tahun depan, setiap acara yang diselenggarakan pada hari tertentu akan menggunakan bahasa Jawa sesuai instruksi gubernur Jawa Tengah,” jelasnya.

Berhadiah Sapi

Kasi Kebudayaan pada Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Dinbudparpora) Sri Kuncoro menuturkan, setiap tahun pihaknya menyiapkan kegiatan pawai budaya sebagai bentuk pertanggungjawaban atas pembinaan seni budaya yang telah dilakukan. Rencananya, tahun ini setiap kecamatan akan menampilkan seni tradisi yang berkembang di wilayahnya.

“Dalam pawai budaya kami cenderung untuk mengisinya dengan berbagai seni tradisi yang ada di Purbalingga. Walaupun nanti ada tamu dari kabupaten lain, itu sebagai pembanding dan referensi bagi seniman yang ada di Purbalingga,” jelasnya.

Menurut dia, ada 12 seni tradisional dari kabupaten lain yang akan ditampilkan dalam rangkaian hari jadi kabupaten Purbalingga. Tujuh kabupaten untuk pawai budaya dan lima kabupaten lainnya untuk pengisi acara hari jadi.

“Dari Purbalingga semua seni tradisional yang hampir punah akan kita tampilkan dengan sejumlah inovasi didalamnya. Sedangkan dari kabupaten tetangga seperti Ndolalak dari Purworejo, dari Banjarnegara Jepi, dan Banyumas akan mengeluarkan Gambyong Banyumasan oleh siswa SMK. Itu diantaranya,” jelasnya.

Dia berharap kepada seluruh pengisi acara pawai budaya agar betul-betul menyiapkan diri agar kemasan yang ditampilkan dapat memukau masyarakat dan pengunjung yang hadir. Seperti disampaikan Bupati, acara yang akan digelar pada Selasa (23/12) di Alun Alun Purbalingga, disiapkan satu ekor sapi sebagai hadiah bagi peserta terbaik.

Ditambahkan Sri Kuncoro, kelompok masyarakat lainnya  yang berminat mengikuti pawai budaya masih diberikan kesempatan mendaftar melalui Seksi Kesenian pada Bidang Kebudayaan Dinbudparpora. (Hardiyanto)

 





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)