Solok

STAI SNI, Antara Asa dan Harapan

Warta Andalas | Kamis, 12 Juli 2018 - 13:36:03 WIB | dibaca: 118 pembaca

WARTA ANDALAS, SOLOK - Sungguh, sangat memiriskan sekali, sebuah perguruan tinggi Islam, yang bernama Sekolah Tinggi Agama Islam Solok Nan Indah atau lebih dikenal publik pada masa lalu dengan nama STAI SNI hari ini, seperti seolah-olah antara hidup dan mati. Kenapa.....karena STAI SNI hanya dikenal sebagai sebuah nama, yang dulunya cukup berjaya, berpengaruh, dan dikenal publik salah satu sebuah perguruan Islam yang mampu melahirkan mahasiswa-mahasiswa hebat dibidang dakwah, berprestasi dibidang pendidikan keagamaan. 

Tapi semua itu, hari ini hanya tinggal nama, tanpa mahasiswa kecuali mahasiswa lama yang menunggu penyelesaian, dan beberapa mahasiswa baru pindahan dari sekolah tinggi Islam lainnya. Dan itupun jumlahnya sangat minim yakni 5 orang mahasiswa saja. Dulu, ketika dipimpin Djamalus, kampus STAI SNI ini tersebar dibeberapa tempat. Ada kampus I, II, III dengan jumlah mahasiswanya terhitung dalam angka ribu, apalagi saat itu juga berdiri UISB.

Jika melihat kondisi STAI SNI saat ini, ada asa, keputusasaan, ketidakpercayaan, tapi disisi lainnya ada harapan dan optimisme. Harapan akan bangkitnya STAI SNI seperti masa lalu. Optimisme ini bukan sebuah kemustahilan tapi butuh dukungan dari siapa saja, baik pemerintah daerah, yayasan, ataupun kepercayaan publik agar STAI SNI mampu bangkit dan berkembang menjadi sebuah Dikti yang dipercaya dan disegani dibidang prodi Islam.

Drs. Kamaruzaman, ketua STAI SNI mengungkapkan sebuah harapan akan kebangkitan sekolah tinggi ini. Berbagai upaya dilakukan agar kepercayaan publik kembali pada STAI SNI, walau rasa optimisme tersebut kadang terselip rasa asa. Tapi semua itu, kata Kamaruzaman, tidak menyurutkan niatnya untuk terus berjuang untuk kejayaan STAI SNI. 

Salah satu upaya, ungkap Kamaruzaman, adalah mendorong dan mengajak pemko Solok untuk mengambil alih pengelolaan STAI SNI dari tangan yayasan. Kemudian merenovasinya, merombaknya, kemudian mempromisikannya melalui media-media online, elektronik, dan cetak. Sehingga kepercayaan publik akan kembali mendorong tumbuhnya STAI SNI jadi Dikti islam terpercaya. Apalagi Kota Solok mengusung visi Kota Solok Kota Beras Serambi Medinah. Sementara, perguruan tinggi Islam yang bernama STAI SNI bakal tenggelam dan habis serta tinggal kenangan.

Tegakah Walikota Solok H. Zul Elfian, SH, MSi, dan Wakil Walikota Solok Reiner, ST, MM, Dr. Intan Batuah, serta Ketua DPRD Kota Solok, Yutriscan, SE, membiarkan STAI SNI lenyap tanpa ada tindakan dan upaya apapun untuk kembali menjadikannya sebuah Dikti islam terkenal....?

Maukah yayasan melepaskan STAI SNI demi kemaslahatan umat dan generasi yang akan datang......? Atau maukah Walikota Solok menjadi pengelola penuh STAI SNI dan mengembangkannya menjadi Dikti hebat dan terpercaya....?

Disini akan kita lihat, apakah yang ada hanya asa atau harapan. (Zfk)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)