Solok

Solusi Sehat Non Medic di Kampung Wound Care Centre, Reiner Minta Dinkes Belajar

Warta Andalas | Rabu, 03 Oktober 2018 - 10:09:13 WIB | dibaca: 427 pembaca

WARTA ANDALAS, SOLOK - Sehat merupakan kebutuhan setiap orang, apapun latar belakangnya. Karena sehat merupakan kebutuhan mutlak yang mesti didapatkan, tapi kadang untuk bisa hidup sehat membutuhkan biaya yang besar. Apalagi jika penyakit yabg diderita seseorang merupakan penyakit yang tergolong cukup parah, akut, dan minim solusi dari pihak medic, selain hanya operasi atau pasrah membiarkan penyakit tersebut bersarang ditubuh. Syukur jika penderita sembuh dari penyakitnya, bagaimana jika penyakit tersebut tambah kronis. Memang masalah maut itu urusan Allah SWT tapi kewajiban setiap oranglah untuk terus berikhtiar dan berusaha mengejar kesembuhan tersebut. 

Bagaimana jika pengobatan melalui tenaga medic di Klinik, Puskesmas, Rumah Sakit, bahkan dokter specialis, tidak mampu memberikan solusi. Tentu kita tidak mau hanya pasrah begitu saja, jalan lainnya adalah pengobatan alternatif, seperti Teraphist. Tapi ingat, carilah pengobatan alternatif atau Teraphist yang memiliki sertifikasi dari Kementerian Kesehatan RI atau Dinas Kesehatan setempat.

Saat ini di Kota Solok, terdapat pengobatan alternatif yang beralamat di Jalan Ahmad Yani Nomor 75 Kelurahan VI Suku Kecamatan Lubuk Sikarah, yang bernama Kampung Wound Centre bersertifikasi dari Kementerian Kesehatan RI, yang khusus menangani Luka Akut dan Kronis, Stoma, dan Ikontinensia. Pengobatan alternatif ini juga mendapat sertifikasi dari World Council of Entherestomal Teraphist (WCET). Rita Suryani, pemilik dan pengelola WCET ini, Rabu (2/10), kala dikunjungi media ini mengatakan pengobatan dan perawatan luka yang dilakukan adalah dengan konsep MOIST (perawatan luka 3 X sehari). Sedangkan untuk luka konvensional dilakukan setiap hari secara rutin sampai luka pasien mengering dan sembuh.

Reiner, ST, MM, Dt. Intan Batuah Wakil Walikota Solok didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Solok dr. Ambun dan jajaran Dinkes Kota Solok mengungkapkan tertarik dengan sistem pengobatan dan perawatan luka oleh Kampung Wound Centre ini. Luka yang sudah kronis bahkan divonis harus amputasi bisa dirawat dan kembali sembuh. Salah satunya dengan perawatan yang telaten dan obat-obatan alternatif yang berkualitas. Untuk itu, Ujar Reiner, Dinkes Kota Solok harus belajar sistem dan cara perawatan luka akut, stoma, ikontinensia, dari Kampung Wound Centre. Kapan perlu bikin MoU agar transfer ilmu dari Kampung Wound Centre bisa legal dan tenaga medic yang ada, baik di klinik, puakemas, dan RSUD Kota Solok mampu menangani pasien Luka Akut, Stoma, dan Ikontinensia ini. 

Kampung Wound Centre, Kata Rita, lebih mengutamakan "Pelayanan Kesehatan Pasien" memberikan dispensasi pada KK miskin dan kehabisan biaya ketika pengobatan difasilitas medic.(Zfk)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)