Opini

Oleh: Siska Anggriani (Mahasiswa Ilmu Kesehatan Masyarakat Unand)

Sistem Baru Untuk SBMPTN 2019 yang Lebih Baik

Warta Andalas | Minggu, 09 Desember 2018 - 16:16:22 WIB | dibaca: 285 pembaca

Masuk ke Perguruan Tinggi merupakan sebagian besar cita cita para siswa di jenjang SMA. Segala persiapan harus dilakukan mulai dari mempelajari soal soal ujian masuk tahun lalu, ikut bimbingan belajar(bimbel), persiapan mental, mencari tahu tanggal pendaftaran, memilih jurusan dan PTN yang diinginkan, hingga mempelajari sistem Ujian masuk perguruan tinggi. Semua itu merupakan persiapan dasar bagi para siswa yang ingin melanjutkan studinya ke perguruan tinggi impian.

Nah, Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa untuk tahun 2019 mendatang sistem penyaringan masuk ke perguruan tinggi atau yang lebih dikenal dengan  SBMPTN (seleksi bersama masuk perguruan tinggi) mengalami perubahan sistem dari tahun sebelumnya.

Terdapat beberapa perbedaan seperti institusi penyelnggara, bentuk ujian, bentuk materi ujian, kuota atau daya tampung SBMPTN, Nilai yang lebih transparansi, bisa tes hingga dua kali. Menurut saya jika sistem ujian yang direncanakan untuk tahun 2019 benar – benar terealisasi maka akan mempunyai dampak yang sangat baik bagi pihak calon mahasiswa maupun PTN penerima Mahasiswa baru.

Jika tahun 2018 lalu penyelenggara SBMPTN adalah Panpus SNPMB PTN atau Panitia Pusat Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi yang bersifat sementara dan berubah setiap tahun ,maka untuk tahun 2019 mendatang dibentuk badan khusus yaitu LTMPT atau Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi sebagai institusi pelaksana Ujian Masuk. Dengan adanya lembaga ini maka pelaksanaan dan pengarahan bagi calon mahasiswa akan lebih jelas dan efektif, lembaga inilah yang akan menyelenggarakan dan mengelola data para calon mahasiswa , termasuk menyelenggarakan Ujian Berbasis Komputer.

Daya Tampung yang lebih besar juga menjadikan SBMPTN tahun 2019 lebih baik dari sebelumnya. Jika tahun sebelumnya daya tampung untuk mahasiswa yang mengikuti ujian SBMPTN hanya sebesar 30%, maka untuk tahun 2019 daya tampung nya naik 10% menjadi 40% . hal ini menurut saya sangat bagus mengingat peserta ujian sbmptn sangatlah banyak, 1 orang peserta bersaing dengan beribu ribu peserta lainnya. Hal ini juga bisa sebagai apresiasi bagi calon mahasiswa yang berjuang keras dijalur SBMPTN , seperti yang kita ketahui jalur SBM adalah Jalur yang Paling sulit dan peminatnya paling banyak diantara jalur masuk lain. Daya tampung yang 40% ini selanjutnya disesuaikan dengan daya tampun di tiap prodi ptn masing masing.

Ujian dulu, dapat nilai baru daftar PTN , menurut saya hal ini sangat baik kerena kemungkinan gagalnya akan lebih sedikit, kita bisa daftar di jurusan dan PTN yang sesuai dengan nilai calon mahasiswa, dengan kata lain nilai calon mahasiswa harus mencukupi itu.  Pada tahun 2018 dan tahun tahun sebelumnya harus melakukanpendaftaran ujian, setelah itu melakukan tes ujian, lalu penentuan kelulusan.

Adapun pengisian pemilihan universitas dan jurusan itu dilakukan pada saat mendaftar online, jadi belum tahu nih bentuk soal yang akan diujikan bagaimana, sesuai atau tidak dengan kemampuan kita , bisa menjawabnya atau tidak, atau apakah soal itu akan lebih mudah dari ekspetasi, nah jadi sewaktu pemilihan jurusan dan PTN membuat calon mahasiswamenjadi ragu,  inginmengambil jurusan ini di PTN ini tetapi takut nilainya tidak sampai atau tidak mencukupi, takut gagal dan takut tidak lulus, takut mengecewakan orang tua, ujung ujungnya mahasiswa jadi minder sendiri, alhasil mereka milih jurusan yang nilainya tidak terlalu tinggi padahal itu bukan jurusan yang kita mau.

Selanjutnya yaitu sistem ujian yang Berbasis Komputer. Jika tahun lalu ujian SBMPTN sebagian besar masih berbasis kertas maka tahun 2019 mendatang ujian tes masuk Perguruan Tinggi akan 100% berbasis komputer. Hal ini dapat meminimalisir kesalahan dalam pengisian data dan jawaban di lembar kertas ujian. Jika tahun sebelumnya kebanyakan menggunakan kertas dan pensil yang berkemungkinan besar untuk terjadi kesalahan seperti lembar jawaban yang kotor, terlipat, atau bahkan sobek karena terlalu menekan ketika menghapus, atau proses penghitaman yang kurang sempurna sehingga jawaban tidak terbaca oleh komputer.

Hal seperti ini bisa merugikan calon mahasiswa, bisa saja jawaban yang diisikannya sudah bagus tetapi kurang hitam dalam melingkari jawaban sehingga tidak terbaca oleh komputer scanning maka akan dinilai kosong. Nah ujian berbasis komputer ini sangat bagus dilakukan untuk mengatasi hal hal semacam itu.

Bisa daftar sampai 2 kali, nah kalau tahun 2018 Calon mahasiswa punya kesempatan melakukan pendaftaran Cuma sekali setelah itu hanya perasaan deg-deg an dan cemas yang berkepanjangan menunggu pengumuman kelulusan. Bedanya dengan tahun mendatang calon mahasiswa mempunyai kesempatan mengikuti tes hingga 2 kali dan langsung mengetahui nilainya, setelah melakukan tes mahasiswa bisa menggunakan nilai tertinggi diantara kedua tes itu untuk mendaftar ke PTN, walaupun setiap tesnya akan dikenakan Rp.200.000 tetapi hal ini tetap menguntungkan pihak calon mahasiswa, mungkin saja nilai tes yang kedua kalinya lebih tinggi daripada tes yang pertama, atau sama saja, atau juga lebih rendah, jika lebih rendah mahasiswa bisa tetap menggunakan nilai tes pertama, adapun periode ujian SBMPTN itu dimulai sejak bulan maret- bulan Juni.

Jenis soal yang akan diujiankan, pada sbmptn tahun 2018 terdapat 2 jenis soal pada tiap tiap jalur pemilihan yaitu TKPA atau tes kemampuan potensi akademik seperti numerik, verbal, matematika dasar, bahasa Indonesia, bahasa Inggris dan TKD (Saintek seperti Matematika IPA, Fisika , kimia, Biologi /Soshum seperti Geografi, ekonomi, sosiologi, dan sejarah). Maka tahun ini ada 2 materi tes yaitu TPS atau tes potensi skolastik yaitu verbal, numerik, logika, spasial dan TKA atau tes kompetensi akademik.Keuntungan dari adanya TPS adalah bisa mengetahui potensi dasar dari seorang siswa. Walaupun misalnya sekolah SMA nya tidak begitu bagus karena kompetensi akademiknya kurang memadai. Namun, siswa tersebut tetap bisa berpeluang untuk ikut terjaring dalam SBMPTN demi masa depannya. (**)

 





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)