Padang

Siap Majukan BUMDes dan BUMNag, PT. Smart Desa Indonesia Dilaunching

Warta Andalas | Selasa, 29 Januari 2019 - 08:57:44 WIB | dibaca: 498 pembaca

Seiring pesatnya kemajuan technology belakangan ini, mengharuskan kita semua untuk melek IT. Sebab, jika tidak maka kita akan tertinggal jauh dari kemajuan, khususnya dalam menjalankan bisnis. Karena dengan kemampuan kita memanfaatkan internet, maka akan sangat membantu untuk mengakses informasi seluas-luasnya, bahkan untuk mempermudah dalam memasarkan product yang kita miliki.

Pasalnya, saat ini internet tidak hanya bisa diakses di perkotaan saja, namun juga sudah menjangkau hingga desa-desa atau ke seluruh pelosok negeri ini.

Namun sayang, kemajuan technology yang terus berjalan dengan pesat ini tak dapat dimanfaatkan oleh semua orang karena keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) nya. Celakanya, minimnya pengetahuan dan penguasaan tentang dunia IT ini kerap berdampak pada sandungan kasus hukum dalam pengelolaan kucuran dan desa dari pusat yang bernilai Miliaran Rupiah.

 

Selain itu, minimnya pengetahuan tentang IT juga akan menjadi kendala serius dalam menjalankan roda Badan Usaha Milik Desa (BUMDes/BUMNag) yang dibangun menggunakan ADD atau dana desa dengan harapan mampu mendorong kesejahteraan masyarakat.

Lahirnya undang-undang Nomor 6 tahun 2014 tentang desa menjadikan pembangunan di desa tidak lagi dapat diabaikan dan dipandang sebelah mata. Dengan demikian, proyeksi pembangunan Desa tidak lagi diabaikan sehingga diharapkan aparatur pemerintah Desa dapat memahami, mengerti dan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

Tak dapat dipungkiri, meski sudah berjalan empat tahun tetapi perkembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) serta Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) masih jauh dari harapan. Bahkan ribuan desa masih belum mendirikan lembaga ini.

Untuk itulah, PT Smart Desa Indonesia (SDI) didirikan dan hadir untuk membantu program pemerintah dalam meningkatkan keterampilan dan keahlian aparatur pemerintah, khususnya pemerintahan desa dalam memberikan pelayanan publik yang responsif transparan efektif dan efisien.

Hal tersebut diungkapkan Adi Rahmatsyah, Direktur Utama PT. Smart Desa Indonesia (SDI) saat acara Launching di Hotel Kryad Bumi Minang, Padang, Senin (28/1).

 

"Melihat perkembangan BUMDes sekarang ini, yang berfungsi sebagai pendorong perekonomian desa/nagari sudah seharusnya memiliki SDM handal dan mengerti dalam menjalankan sebuah badan usaha sehingga cepat berkembang," ujar Direktur Smart Desa Indonesia, Adi Rahmatsyah.

Menurut Adi, tuntutan untuk lebih profesional dan inovatif telah mendorongnya untuk membangun perusahaan ini, yaitu menjadi Trainer, Konsultan, Sistem dan Media sehingga mampu mewujudkan apa yang diamanatkan dalam Undang-undang Desa tersebut. Selain menyiapkan SDM melalui tenaga konsultan terpercaya, SDI juga menyediakan sarana dan prasarana teknologi informasi dan komunikasi untuk mendukung pembangunan dan  pelaporan data-data yang akurat. 

“PT. SDI bertujuan untuk mewujudkan Smart Solution Integrated Sistem melalui teknologi informasi dan komunikasi lewat program edukasi yang handal, efektif, efisien dan siap untuk membawa program-program yang sederhana namun sangat berguna untuk masyarakat di pedesaan menuju Desa cerdas, desa mandiri masa kini,” ungkapnya.

Untuk itu, sambung Adi, kami siap membantu menciptakan tata kelola yang baik, SDM yang unggul dan memiliki komitmen yang tinggi, mampu mengikuti perkembangan teknologi dan komunikasi, mengerti software, komputerisasi melalui program edukasi, mampu berkomunikasi dan daya saing dengan lembaga lainnya baik di pemerintahan maupun swasta di nagari.

“Adanya kerjasama yang kami lakukan dengan berbagai pihak membuat software desa melangkah lebih jauh ke depan dengan lebih cepat dan terus mengalami permintaan produk dan memberikan solusi kepada pemerintah daerah sehingga lebih mudah dijalankan, transparan, efesien dan efektif,” imbuhnya.

Lebih jauh dijelaskannya, PT. SDI bertujuan membantu program pemerintah desa dalam rangka mengembangkan produk Bumdes seperti Bank Desa, Pelatihan dan Pengembangan Bumdes, Aplikasi Keuangan Bumdes, Sistem Digital Marketing Bumdes, e-Commerce Bumdes dan Platform Digital Solusi Bumdes.

“PT SDI tidak berorientasi pada bisnis semata, melainkan sebagai wadah kreatif agar terwujud kesejahteraan masyarakat desa, BUMDes, dan tentu desa itu sendiri. SDI bekerja dengan mengoptimalkan pemanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan pendampingan serta pelatihan yang maksimal,” paparnya.

 

Intinya, lanjut Adi Rahmatsyah, PT. SDI hadir sebagai lembaga think tank (wadah pemikir) yang berorientasi kepada kesejahteraan masyarakat desa, dengan mengoptimalkan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Aktivitas yang kami lakukan yaitu Desk research, Online Media dan Social Media Activity Analysis mengenai isu-isu tentang Desa, Pengabdian masyarakat (pelatihan dan workshop) yang sustainable. Seluruh aktivitas tersebut dilakukan dengan pendekatan multi-disiplin ilmu. Produk luaran dari smart desa berada di bawah lisensi Creative Commons ShareAlike,” ungkapnya. 

Tampak hadir dalam Launching tersebut, Komisaris PT. SDI Pitroki, Indra Sukriani Putra Manager Operasional dan Marketing, Sutardi Software Indonesia (Sofindo), Yani Setiadiningrat Sekdes Desa Ponggok Klaten Jawa Tengah, Marlinda Kasi PMD Sumatera Barat serta undangan dari berbagai daerah di Sumbar.

SDI SIap Beri Solusi Peningkatan Pendapatan BUMDes dan BUMNag

Komitment dan tekad PT. SDI dalam menjadi mitra strategis BUMDes dan BUMNag itu juga diperkuat dengan menggandeng sejumlah pihak, diantaranya Software Indonesia (Sofindo) dan Yani Setiadiningrat, Sekdes Desa Ponggok Klaten Jawa Tengah yang merupakan desa terbaik dalam pengelolaan BUMDes di negeri ini.

 

Menurut Adi, sudah saatnya nagari punya tenaga yang cakap dalam pengembangan usaha. Sebab, saat ini masing-masing nagari bersaing mengembangkan potensi yang ada di nagari untuk menjadi sumber pendapatan. 

"Kami hadir memberikan solusi dari itu, kami siap bergandengan tangan dengan nagari yang ada di Sumbar untuk menyiapkan tenaga yang profesional dalam mengembangkan potensi nagari," tukasnya. 

Sementara itu, perwakilan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Nagari (DPMN) Sumbar,  Marlinda Ayani yang ikut dalam kegiatan launching mengatakan bahwa kehadiran PT. SDI ini  akan sangat membantu dan dapat berkolaborasi untuk mengembangkan BUMNag dan BUMDes.

"PT. SDI ini akan sangat membantu kami dalam pengembangan BUMDes dan BUMNag serta SDM-nya, untuk mengembangkan potensi yang ada di nagari," ujarnya. 

Untuk itu, sebut Marlkinda, sebaiknya SDI segera membuat Momerandum of Understanding (MoU) bersama Kementerian Desa agar lebih bisa bergerak ke nagari-nagari yang ada di Sumbar. 

"Potensi nagari kita di Sumbar beragam, jika itu bisa dikembangkan melalui tenaga profesional dan berkompeten, sudah tentu sangat membantu membangun Negara, berawal dari desa/nagari dalam mewujudkan desa mandiri masa kini," jelasnya. (tim)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)