Sawahlunto

Jelang Pilkada Sawahlunto

Serahkan Berkas Pendaftaran ke NasDem, Susi Muhardini: Saya Siap Fight

Warta Andalas | Minggu, 09 Juli 2017 - 10:48:16 WIB | dibaca: 202 pembaca

WARTA ANDALAS, SAWAHLUNTO – drg. Susi Muhardini, Sp Kg, putri  Walikota Sawahlunto tahun 1971 – 1983, Drs. Shaimoery, S.H memastikan dirinya untuk ikut bertarung dalam kancah Pilkada serentak kota Sawahlunto Sumatera Barat, yang dijadwalkan akan digelar tahun 2018 mendatang.

Hal itu ditegaskan saat menyerahkan kembali berkas persyaratan bakal calon kepala daerah ke partai NasDem, yang diterima sekertaris Alexander Isrin di Homestay Oma kelurahan Air Dingin disela acara silaturrahmi, Sabtu (8/7) malam.

Selain menyerahkan ke partai NasDem, wanita yang pernah mengenyam pendidikan di SD Santa Lucia kota Sawahlunto itu juga mengaku akan menyerahkan berka pendaftaran ke Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang telah diambilnya beberapa pekan lalu.

Terkait keseriusan dalam pertarungan Pilkada Sawahlunto tersebut, Susi juga mengaku sudah menyewa konsultan politik untuk melakukan survei pemetaan politik secara berkala.

"Saya sudah mempersiapkan segala sesuatunya termasuk anggaran dan siap “fight”.  Saat ini konsultan politik kami sedang melakukan mapping untuk mengukur sejauh mana perkembangan elektabilitas saya  di kota ini,” terangnya.

Sementara itu, disinggung soal dengan siapa akan berpasangan, Susi mengatakan bahwa semua itu ia serahkan pada konsultan politiknya.

“Soal pasangan, saya akan segera menentukan sikap dengan siapa berpasangan setelah digodok konsultan tim nya. Sejauh ini kami masih terus menjajagi, baik untuk nomor 1 ataupun nomor 2. Tetapi kalau bisa, saya tetap nomor 1, tergantung pasangan nantinya,” ujar wanita kelahiran Padang 11 April 1967 itu.

Dalam pandangannya, Susi menyampaikan bahwa ada beberapa hal crusial dan sejumlah permasalahan emergency yang harus segera ditangani, khususnya perekonomian masyarakat.

“Meski angka kemiskinan di Sawahlunto disebut rendah, namun fakta dilapangan masih banyak masyarakat yang menjerit. Ini hal yang emergency untuk segera ditangani. Elain itu, juga persoalan pengangguran, kesehatan dan pendidikan,” pungkasnya. (ap)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)