Sijunjung

Rintihan Dua Keder Golkar dari Balik Jeruji Besi: "Kemana Hati Nurani Anggota Dewan Kami"

Warta Andalas | Kamis, 17 Mei 2018 - 19:42:11 WIB | dibaca: 204 pembaca

WARTA ANDALAS, SIJUNJUNG - Hartani dan Aliman Hamid, adalah kader Golkar Sumbar yang sejak 10 Mei 2018 lalu jadi tahanan Polresta Padang, keduanya diduga jadi korban politik. Meski mereka kini mulai sakit-sakitan, namun terkesan tak ada yang peduli pada mereka. Bahkan anggota DPRD Sijunjung dari Fraksi Golkar pun tal ada yang membesuk.

"Tengok-tengok juga lah kami pak dewan, buk dewan. Apa tidak kasihan pada kami," ujar Hartani dan Aliman Hamid pada awak media, Kamis (17/5/2018) merintih dibali terali jeruji besi tahanan Polresta Padang terkait dugaan kasus pengrusakan yang disangkakan.

"Kami minta anggota dewan kami berkunjung. Kemana sih hati nurani anggota dewan kami," tanya kedua kader itu dibalik terali jeruji besinya pada awak media melalui telepon selularnya

"Seharusnya anggora dewan dari fraksi Golkar juga ikut peduli dengan kader yang tertahan. Janganlah sibuk reses dan kunker saja. Padahal mereka ikut bersama sama hadir di acara musda ulang itu," ujar sebuah sumber penting pada awak media, Kamis (17/5/2018).

Ketidak hadiran anggota dewan dari Fraksi Golkar ke tahanan Polresta Padang menimbulkan kesedihan dan kekecewaan dari ke-dua kader nya yang sedang di tahan itu.

"Sebagai wakil rakyat yang duduk di lembaga dewan Sijunjung tentu sangat tau persoalan yang terjadi. Karena mereka hadir pada saat musda itu berlangsung. Ketidak hadiran anggota dewan itu terlihat lebih untuk menyelamatkan diri pribadi mereka saja mengingat sebentar lagi mereka akan mengikuti proses Pencalegan di Partai Golkar tersebut ," tambah sumber penting itu.

"Kami hanya sedih dan kecewa saja. Selaku teman dan sama sama kader golkar, tentunya kami berharap mereka datang untuk berkunjung dan bukan mintak macam-macam ke mereka. Lebih karena  kami satu tim dalam perjuangan ini," imbuhnya.

Kalau begini sikap anggota dewan, lanjut dia, rasanya sangat gampang mengambil kesimpulan bahwa menjadi anggota dewan itu ternyata hanya untuk menyelamatkan diri sendiri saja, yang bisa aman dan selamat dalam pencalonan besok terpilih lagi lalu bisa gembira keliling naik pesawat pindah pindah hotel dan sebagainya.

"Ini adalah perjuangan untuk menegakkan sebuah kebenaran dalam organisasi kami. Kita berharap kawan-kawan anggota dewan fraksi Golkar juga peduli. Mereka menerima saja kok menanggung beban ini. Tapi kepedulian dewan itu juga dibutuhkan," kata Ketua DPD II Partai Golkar Sijunjung, Arrival Boy pada awak media Kamis (17/5/2018).

Apalagi, imbuhnya, persoalan pelaporan ini dianggap tak pantas, mengingat banyak kejanggalan dalam organisasi. Tidak ada rapat pleno untuk buat laporan yang meng atas namakan Partai Golkar.

Hingga kini kedua kader Golkar Sumbar itu masih mendekam dibalik terali jeruji besi tahanan Polresta Padang. Bahkan keduanya terlihat mulai sakit-sakitan.

"Tolong lah pak, sampai kapan kami di sel, kok tak ada kejelasan. Kami berharap DPP Partai Golkar peduli terhadap kami. Jangan kami dijadikan korban politik, kami berharap DPP turun tangan untuk segera membebaskan kami,"ujar Hartani dan Aliman Hamid kader Golkar Sujunjung.

Akibat tahanan politik tersebut, menyebabkan dua kader Golkar Sumbar yang di penjarakan berpuasa di kantor polisi (Polresta Padang). Padahal persoalan kisruh internal partai terjadi beberapa hari lalu ternyata tidak membuat partai Golkar Sumbar mencari cara untuk berdamai.

"Tetapi lebih memilih melaporkan kadernya ke  penjara untuk mencari penyelesaian. Nah, sikap arogan yang dilakukan ini sangat merugikan partai kader dan keluarga sendiri," ujar sumber penting di DPD II Golkar Sijunjung.

"Kita berharap ada kemurahan hati dari pihak Golkar Propinsi untuk mencabut pengaduan ini. Persoalannya kan masalah internal golkar, semestinya pimpinan semua lini harus arif dan bijaksana melihatnya,"ucap Arrival Boy Ketua DPD II Partai Golkar Sijunjung.

"Saya yakin ini bulan ramadhan, akan menjadi bukti hati kita akan di bukakan oleh Allah untuk saling memaafkan tak ada yang tidak bisa di selesaikan dan di maafkan.  Tuhan saja pemaaaf.. mestinya kita mencontoh itu,"harap Arrival Boy berharap kader yang ditahan dan keluarga tabah dalam menghadapi ujian tersebut. 

"Yah... kita malu dengan sikap seperti itu, semestinya kita yang harus lindungi kader kita dan tidak menjerumuskan kader kita," tambah Arrival Boy. (sr)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)