Agam

Rendi Oktafianda, Pegawai Non PNS Sekretariat Panwaslu Terbaik di Sumbar

Warta Andalas | Sabtu, 21 April 2018 - 13:56:20 WIB | dibaca: 192 pembaca

WARTA ANDALAS, AGAM - Rendi Oktafianda staf Sekretariat Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Agam keluar sebagai sosok pegawai non PNS Sekretariat Panwaslu terbaik di Provinsi Sumatera Barat. Pria berusia 28 tahun ini memperoleh nilai 80,2.

Hal ini berdasarkan evaluasi peningkatan kinerja Sekretariat Panwaslu yang digelar Maret 2018 terhadap 19 kabupaten dan kota yang ada di Sumbar.

Ketua Panwaslu Kabupaten Agam, Elvys di Lubuk Basung, Jum'at (20/4) mengatakan, evaluasi digelar Bawaslu Sumatera Barat melalui ujian tertulis dengan sistem Computer Assisted Tes (CAT), diikuti 204 orang pegawai non PNS Sekretariat Panwaslu se Sumatera Barat.

Hasil penilaian diumumkan secara resmi di Hotel Axana Kota Padang 3 April 2018 lalu, dan Panwaslu Kabupaten Agam berada di garda terdepan. Pasalnya, dari 11 staf utusan Panwaslu Agam, empat orang diantaranya bertengger pada 20 besar, dua diantaranya berada di posisi 10 besar," ujarnya.

“Nilai setiap staf sekretariat Panwaslu Agam berada di atas nilai rata-rata keseluruhan peserta,” ujar Elvys.

Ia menyebutkan, ini merupakan salah satu kebanggaan masyarakat Agam. Sekaligus menjadi bukti bahwa putra-putri Agam yang bekerja di Sekretariat Panwaslu Agam, telah mendapatkan pembinaan yang baik dari Bawaslu Provinsi maupun dari Pemerintah Kabupaten Agam.

Dengan adanya evaluasi kinerja yang dilakukan Tim Bawaslu Provinsi tersebut, tentu dapat memotivasi para staf Sekretariat Panwaslu Agam. "Kami para komisioner Panwaslu Agam tidak akan bosan memberikan bimbingan tentang aplikasi undang-undang seputar Pemilu, agar mereka siap dalam melakukan pengawasan,” ujar Elvys yang didampingi Kepala Sekretariat Panwaslu Agam, Yuli Zamra.

Salah satu kiat sukses ini, pihaknya selalu mengajak para staf melakukan monitoring kesetiap kecamatan. Saat montoring ke lapangan, setiap pegawai Non PNS diberikan tanggungjawab untuk mampu memberikan materi pengawasan. 

"Mereka juga dibiasakan mampu berkomunikasi dengan bagus, baik terhadap para penyelenggara pemilu, maupun kepada peserta pemilu,” ujarnya pula.

Sementara itu, Rendi Oktafianda menyebutkan kesuksesan yang diraihnya dalam ujian CAT itu tidak akan membuatnya jemawa. Baginya, nilai di atas kertas tidak dapat menjadi jaminan saat praktik di lapangan.

“Yang terpenting aplikasi teori dari pemahaman Undang-Undang. Kadang berbeda temuan di lapangan, berbeda pula cara menyelesaikannya. Itu yang masih ingin kami pelajari secara bersama-sama,”ujarnya. (khw)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)