Ekobis

Ratu Galuh Ciptakan Sabun Cuci Tangan Batangan yang Ramah Lingkungan

Warta Andalas | Sabtu, 13 Juli 2019 - 09:55:56 WIB | dibaca: 10583 pembaca

WARTA ANDALAS, BOGOR - Luar biasa.. Itulah sepenggal kata yang pantas diberikan pada Metta Iskandar, sang pemilik produsen Cosmetik Ratu Galuh. Betapa tidak, sebab ia mampu terus berinovasi tanpa mengenal lelah untuk menciptakan formula kekinian dalam menyempurnakan produksinya.

Buktinya, setelah melakukan riset beberapa waktu lamanya, kali ini Ratu Galuh kembali menelorkan satu product barunya, yaitu Sabun Cuci Tangan Batangan Ramah Lingkungan yang tidak mengandung detergen dan zat kimia berbahaya yang tidak aman untuk kulit maupun lingkungan.

Bahkan, sabun ini juga sangat ampuh menghilangkan noda, terutama noda organik tanpa perlu menggunakan sabun sintetis anti noda

Menurut Metta, formula baru itu tercipta dari pengalaman hidupnya saat menggunakan sabun detergent yang membuat kulit gampang alergi, kering, pecah-pecah dan mengelupas.

“Nah, dengan Sabun cuci bikinan aku ini, tidak akan membuat kulit tangan kering dan pecah-pecah seperti yang sering terjadi pada penggunaan sabun cuci pabrikan, secara sabun pabrikan ph bisa 10-up dan tinggi kandungan detergennya,” papar wanita cantik berkulit putih itu, kemarin.

Sabun cuci aku ini, lanjut wanita murah senyum itu, gak pake minyak zaitun sih, ga selebay itu juga...secara cuma buat cuci buah, sayur, telor, perabot and baju. Bahan minyak kelapa aja...Ga pake minyak sawit, karena tu minyak ga ramah lingkungan.

“Padahal kalo mau pake minyak sawit, bisa lebih murah lagi biayanya, bisa dipangkas setengahnya dan hasilnya tetep aman buat kulit. Satu grade diatas l*x dan lifeb*oy deh ya, karena sabun2 itu cuma berbahan minyak sawit dicampur pewangi, pewarna dan detergent,” ungkapnya.

Produk saya ini, imbuhnya lagi, Ph rata2 9, satu tingkat di bawah rins* yang ber ph 10. Jadi, sama pabrik kulit kita disamain sama cucian kotor. Padahal sabun-sabun itu kalian pake mandi, sementara aku sabun cuci aja kualitasnya masih lebih aman.

“Aku pribadi sih udah pake dari kali pertama aku bisa buat sabun. Berasa lebih safe aja saat pake sabun ini. Secara, tikus sama semut aja hobi banget ngemutin ni sabun, dan mereka baik-baik aja,” katanya, sambil tertawa renyah.

Lebih jauh diungkapkan Metta, sabun ciptaanya ini juga aman untuk mencuci baju dan dijamin tidak cepet belel.

Metta berharap, customer sudah bisa “bule mind set”, rela rada ribet cuci pake sabun batangan dan ninggalin detergent bubuk atau detergent cair yang jauh lebih praktis cuma buat “melestarikan lingkungan dan menjaga kesehatan anggota keluarga”.

Sabun aku ini juga gak mahal, apalagi kalo dibanding dengan ancaman kulit mengelupas kering dan pecah-pecah. Gak semua orang berkulit badak yang tahan detergent. Oya, kalo sabun ini mau dibuat sabun cair, gampang kok. Caranya, cukup ambil dan parut, lalu seduh dengan air panas, aduk hingga larut dan kental. Jadi deh,” terangnya.

Ditambahkan Metta, bahan sabun ini 100% minyak kelapa, karena minyak kelapa mempunyai sifat daya bersih paling tinggi diantara semua minyak lainnya, selain tentu saja karena mudah didapat di pasaran.

“Aku mencampurkan Aloe Vera skin safe fragrance oil cosmetic grade sebagai bahan pewanginya, jadi super aman bagi kulit. Sabun ini tidak mengandung bahan kimia berbahaya seperti SLS, SLES, Paraben dan Pengawet. Saat sudah selesai masa curing, PH sabun akan stabil di PH 8. Jauh lebih rendah, bahkan dibandingkan sabun mandi pabrikan yang rata-rata ber PH 9 atau sabun cuci pabrikan yang ber PH 10. Sabun yang baik itu PH-nya harus 7-8 aja ga boleh lebih tinggi atau lebih rendah,” paparnya lagi.

Soal harga, lanjut Metta, kenapa murah banget untuk ukuran sabun natural handmade, karena sabun ini aku buat sebagai bentuk kecil rasa terimakasihku pada semesta.

“Ibadah demi terjaganya kelestarian lingkungan. Untuk keuntungan, biarlah semesta yang mengaturkannya  untukku,” pungkasnya. (**)

 





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)