Lintas Provinsi

Premium dan Pertalite Langka, CR Pertamina di Babel Hindari Wartawan?

Warta Andalas | Jumat, 23 November 2018 - 13:18:03 WIB | dibaca: 216 pembaca

WARTA ANDALAS, PANGKALPINANG - Sudah beberapa pekan ini, Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan Premiun sangat langka di Bangka Belitung (Babel), bahkan di Pangkalpinang sebagai ibukota Provinsi Bangka Belitung.

Akibatnya, setiap pengendara yang membutuhkan BBM baik roda dua maupun roda 4 harus mengantri panjang hingga mengular ke luar jalan raya. Hal tersebut terjadi di setiap SPBU yang ada di Pangkalpinang.

Namun sayangnya, setiap wartawan yang ingin menanyakan persoalan ini ke Pertamina TBBM Pangkalbalam, sangat sulit sekali dikarenakan pejabat Pertamina yang berwenang susah dan enggan ditemui, sehingga pihak media tidak bisa meminta konfirmasi terkait langkanya BBM ini.

Menanggapi hal itu, Ketua Himpunan Pewarta Indonesia (HPI) Provinsi Bangka Belitung, Rikky Fermana yang sudah dua kali mendatangi Kantor Pertamina TBBM Pangkalbalam, mengaku kesal karena sulitnya menemui pejabat Pertamina.

Rikky mengatakan, Ia sudah menelpon Yanto, CR Pertamina Babel, namun tidak di angkat. Bahkan ketika dikirim pesan melalui WhatsApp (WA) hanya dibaca saja, tetapi tidak dibalas.

Ketika mendatangi kantor Pertamina TBBM Pangkalbalam pun Rikky hanya bertemu dengan petugas customer service (CS) yang berjaga di pintu masuk, namun tidak bisa bertemu Yanto dengan alasan sedang tidak berada di kantor

"Pak Yanto-nya tidak ada, dia jarang ke kantor," ujar CS Yang bernama Tia itu, ketika ditemui, Jum'at (23/11/2013).

Bahkan Tia menyarankan agar setiap pewarta yang mau bertemu CR Pertamina harus membuat janji terlebih dulu. "Bagaimana mau janji kalau telpon saja tidak di angkat, kita WA tidak dibalas," ujar Rikky, tampak kesal.

Langkanya BBM ini membuat masyarakat Babel resah dan merasa dipersulit terkait kebutuhan Bahan Bakar, terutama para sopir Angkot yang setiap hari mencari rejeki dengan mencari penumpang.

Tak hanya itu, sejumlah pekerja lainnya terpaksa membeli BBM jenis Pertamax yang harganya cukup tinggi untuk masyarakat kalangan menengah kebawah. (tim)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)