Solok

Polresta Solok Gelar Operasi Mantap Brata 2018

Warta Andalas | Rabu, 19 September 2018 - 19:23:03 WIB | dibaca: 272 pembaca

WARTA ANDALAS, SOLOK - Sebagai sebuah institusi penegak Keamanan dan Ketertiban masyarakat (Kamtibmas) Polri memiliki peran signifikan dan terdepan dalam berhadapan dengan publik. Sehingga peran Polri dalam menegakan Kamtibmas dihadapan publik sangat menentukan berjalannya sebuah proses demokrasi. Utamanya dengan pemolisian masyarakat yang bersendikan unsur-unsur publik. Bersandikan “Mantap Brata 2018” Polri bersama TNI gelar apel Pasukan dimako Polresta Solok yang dihadiri KPU Kota Solok, Panwas Kota Solok, Kodim 0309/Solok, PN Solok, Pemko Solok, Pemdakab Solok, Ninik Mamak, Bundo Kanduang, Parpol, dan Ormas.

Jenderal (Pol) Tito Karnavian, Ph.D, dalam perintahnya yang dibacakan Kapolres Solok Kota AKBP Doni Setiawan, SiK, MM, mengatakan Pemolisian masyarakat di era demokrasi bertumpu pada upaya untuk meraih kepercayaan publik selaku pemegang kekuasaan tertinggi negara. Hal tersebut diwujudkan dengan penegakan supremasi hukum, penghormatan terhadap nilai-nilai HAM, dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Selain itu, pemolisian masyarakat di era demokrasi juga diwujudkan dengan adanya jaminan keamanan dalam penyelenggaraan berbagai agenda demokrasi, seperti penyampaian pendapat dimuka umum, kemerdekaan berserikat dan berkumpul, sertajaminan keamanan dalam memilih Kepala Daerah, Anggota Legislatif, serta pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI.

Pemilihan Umum dapat dikatakan sebagai penanda utama demokrasi), karena masyarakat diajak untuk ikut serta menentukan pemimpinnya pada periode mendatang. Pemilu tahun 2019 memiliki kompleksitas kerawanan dan karakteristik yang khas, karena untuk pertama kalinya Pileg dan Pilpres akan dilaksanakan secara serentak. Kondisi ini akan menuntut pada adanya upaya maksimal dari partai politik dalam berkompetisi secara ketat untuk meraih suara sebanyak-banyaknya.

Tidak hanya untuk memenangkan Pileg dan Pilpres, namun juga agar bisa tetap bertahan.Dalam kacamata kamtibmas, peningkatan intensitas kegiatan politik ini tentunya dapat memunculkan potensi kerawanan di bidang keamanan, di antaranya yang cukup menjadi perhatian bagi Polri adalah pemanfaatan politik identitas, penyebaran isu-isu yang dapat memecah belah persatuan bangsa, serta penyebaran hoax dan hate speech, yang berpotensi menimbulkan konflik sosial di tengah-tengahkehidupan bermasyarakat.

Untuk itu Polri dibantu dengan unsur TNI dan stakeholder terkait lainnya akan menggelar operasi kepolisian terpusat dengan sandi “Mantap Brata 2018”, yang dilaksanakan selama 397 hari, mulai tanggal 20 September 2018 sampai dengan 21 Oktober 2019, di seluruh wilayah Indonesia dengan melibatkan 272.886 personel Polri.Operasi ini diselenggarakan dengan mengedepankan
kegiatan preemtif dan preventif, yang didukung kegiatan intelijen, penegakan hukum, kuratif, dan rehabilitasi melalui penggelaran fungsi-fungsi kepolisian dalam bentuk Satuan Tugas Tingkat Pusat, Tingkat Daerah, dan Tingkat Polres.

Selaku Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, kembali saya tekankan bahwa Polriberkomitmen untuk terus bekerja keras guna menjamin penyelenggaraan Pemilu tahun 2019 agar dapat berjalan dengan aman, lancar, dan damai. Berbagai potensi kerawanan telah dipetakan untuk dilakukan upaya penanganan secara profesional dan berkelanjutan. Selain itu, keberhasilan Polri, TNI, dan seluruh elemen dalam pengamanan Pemilu tahun 2014, serta Pilkada Serentak tahun 2015, 2017, dan 2018, menjadi salah satureferensi penting dalam pengamanan Pemilu tahun 2019.

Saya akan menyampaikan beberapa penekanan untuk dipedomani dan dilaksanakanPerkuat soliditas dan sinergisitas TNI dan Polri guna mewujudkan Pemilu yang aman, lancar, dan damai. Jaga netralitas Polri dan TNI, serta hindari tindakan yang dapat mencederai netralitas TNI dan Polri dalam
penyelenggaraan setiap tahapan Pemilu.Kedepankan langkah proaktif dengan mengoptimalkandeteksi dini guna mengetahui dinamika yang berkembang untuk selanjutnya dilaksanakan upaya pencegahan dan penanganan secara diniDorong seluruh elemen KPU, Bawaslu, Caleg, Parpol dan masa pendukungnya, Pemda, media, tokoh masyarakat,serta pengawas Pemilu independen untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diemban sesuai dengan
peraturan yang berlaku.

Gelorakan deklarasi Pemilu damai di masing-masing wilayah dengan mengikutsertakan elemen-elemen yang terlibat dalam penyelenggaraan Pemilu;Susun rencana pengamanan secara detail dan laksanakan
latihan pada setiap tahapan pengamanan, termasuk dalam menghadapi situasi kontinjensiLakukan penegakan hukum secara profesional dan proporsional, baik terhadap dugaan tindak pidana Pemiluyang diselenggarakan melalui Sentra Gakkumdu, maupun potensi pelanggaran hukum lainnya, guna menjamin stabilitas kamtibmas yang kondusif. (Zfk)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)