Batusangkar

Polres Tanahdatar Gelar Evaluasi Crime Justice System 2017

Warta Andalas | Senin, 01 Januari 2018 - 14:36:33 WIB | dibaca: 244 pembaca

WARTA ANDALAS, TANAH DATAR - Di sepanjang tahun 2017, persoalan menyangkut kasus hukum di kabupaten Tanah Datar periode Januari hingga Desember, kejahatan penyalahgunaan narkotika meningkat, sementara itu korban laka lantas juga mengalami peningkatan.

Sedangkan total kasus narkotika yang ditangani jajaran Polres Tanah Datar pada tahun 2017 ini, juga meningkat hingga 26 % jika dibandingkan tahun sebelumnya, yakni dari 21 menjadi 27 kasus. Sementara itu, kasus kecelakaan lalu-lintas cendrung turun dari 93 kasus menjadi 88 kasus walaupun korbannya lebih banyak dari tahun lalu.

Hal itu diungkap Kapolres Tanah Datar AKBP. Bayuaji Yudha Prajas, SH dalam press release evaluasi Crime Justice System akhir tahun yang digelar di Mapolres Tanah Datar Pagaruyung, Minggu (31/12/17) yang dihadiri oleh Forkopinda Pemkab Tanah Datar dan perwira di jajaran polres Tanah Datar.

Bayuaji menyebutkan, dalam menangani kasus narkoba jajarannya menyita barang bukti (BB) ganja seberat 1.187,13 gram, diikuti shabu 57,43 gram serta tanaman ganja sebanyak 3 batang. Dan menahan 38 orang tersangka.

Meskipun angka kecelakaan lalu-lintas menurun, jelas Bayuaji Yudha Prajas, dari segi korban meninggal dunia malah meningkat dari 22 orang tahun 2016 menjadi 25 orang tahun 2017, luka berat juga naik dari 6 orang menjadi 10 orang serta luka ringan turun dari 170 orang menjadi 146 orang. Kerugian material meningkat dari Rp.191,8 juta menjadi Rp.120,5 juta atau naik sekitar 18,7 juta.

“Penurunan Lakalantas ini juga diiringi oleh jumlah tilang dari 6.095 lembar pada tahun 2016 menjadi 6.000 lembar tahun 2017 atau turun 95 lembar. Kemudian jumlah denda juga turun dari Rp.371,85 juta tahun 2016 menjadi Rp.362,37 juta tahun 2017 atau turun sekitar Rp. 9,48 juta,” ungkap Kapolres.

Lebih lanjut dijelaskan Bayuaji didepan awak media Tanah Datar, tindak pidana yang masuk dalam kejahatan trans nasional itu meliputi kasus narkoba, senpi dan handak, pupuk, BBM Bersubsidi dan terorisme.

“Meningkatnya angka penyalahgunaan narkotika ini tentu tidak terlepas dari semakin rapuhnya mental masyarakat, sehingga tidak takut untuk mengkonsumsi dan mengedarkan bahan terlarang tersebut,” katanya.

Sementara untuk kasus gangguan kantibmas kejahatan konvensional seperti, curat, curanmor, pencabul, KDRT, perjudian, pengeroyokan dan lain-lainnya secara umum mengalami penurunan.

“Perbandingan gangguan kantibmas tahun 2016 dengan 2017 jumlah kasus menurun sekitar 20% atau sebanyak 119 kasus. Sebelumnya terdapat 589 yang kita tangani, tahun ini ada 470 kasus dengan 238 kasus yang terselesaikan,” sebut AKBP. Bayuaji Yudha Prajas.

Ini rincian kasus yang terjadi sepanjang tahun 2017:

1. Jenis tindak pidana curat sebanyak 73 kasus dari 118 pada tahun sebelumnya.
2. Curanmor sebanyak 42 kasus dari turun 47 pada tahun 2016.
3. Kasus cabul 22 kasus, turun dibandingkan tahun lalu 31 kasus.
4. Kasus KDRT dari 20 kasus turun ke jumlah 17 kasus.
5. Perjudian 9 kasus angka sebelumnya 11 kasus. (rda)

 





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)