Solok

Polres Solok Kota Ungkap Peredaran Uang Palsu

Warta Andalas | Senin, 02 Juli 2018 - 22:23:17 WIB | dibaca: 481 pembaca

WARTA ANDALAS, SOLOK - Polres Solok Kota berhasil mengungkap Tindak Pidana Khusus pemalsuan dan pengedaran "Rupiah palsu" di Ampang Kualo, Kota Solok, Senin (2/7)2018. Satu orang pembuat uang rupiah palsu dan tiga orang pengedar diamankan jajaran Sat Reskrim Polres Solok Kota. Diantara tersangka pembuat uang palsu tersebut, AF (18) masih berstatus pelajar kelas 2 di sebuah SMK di Sijunjung. Sementara, dari tiga pengedar lainnya, satu orang juga masih berstatus pelajar, yakni JF (15). Dua pengedar lainnya, adalah FA dan TN.

Pengungkapan kasus pemalsuan uang ini, merupakan kasus pertama yang ditangani Polres Solok Kota, setidaknya dalam lima tahun terakhir. Bersama keempat tersangka, diamankan 169 lembar uang rupiah palsu nominal Rp 100 ribu, uang asli Rp 362 ribu, satu unit handphone, satu unit komputer, satu unit printer dan kertas HVS.

Kapolres Solok Kota, AKBP Dony Setiawan, didampingi Wakapolres Kompol Sumintak dan Kasat Reskrim AKP Zamri Elfino saat press release di Mapolres Solok Kota, Senin sore (2/7) menyatakan penangkapan terhadap keempat pelaku, berawal dari informasi pemilik warung sekitar pukul 10.15 WIB, Minggu (1/7). Menurut Dony, beberapa pemilik warung merasa curiga dengan uang yang dibelanjakan dua pelaku untuk membeli rokok di warung mereka.

Informasi tersebut, langsung disikapi personel dengan mendatangi warung dan melihat sendiri uang palsu tersebut. Gerak cepat personel berhasil mengidentifikasi ciri-ciri dan keberadaan pelaku. Pada pukul 15.00 WIB, kedua pelaku berhasil diringkus. Saat diinterogasi, kedua pelaku mengaku mendapatkan uang tersebut dari seorang pelajar di Koto Tujuh, Kabupaten Sijunjung. Berkoordinasi dengan Polres Sijunjung, kedua tersangka lain, AF dan JF, akhirnya diamankan.

“Dari pengakuan tersangka pembuat uang palsu tersebut, dia mengaku telah mencetak 184 lembar uang pecahan seratus ribu. Kita mengamankan sebanyak 169 lembar, berarti ada 15 lembar yang sudah diedarkan,” ujarnya.

Dony yang merupakan mantan Ketua Tim IT Bareskrim Mabes Polri, sebelum menjadi Kapolres Solok Kota, menyebut pemalsuan yang dilakukan pelaku, sangat amatiran. Pelaku menurutnya tidak memiliki ilmu desain grafis yang cukup dan hanya mengandalkan kualitas printer.

“Gambar uang diunduh di internet, lalu hasilnya dipindahkan ke PC (komputer pribadi). Ukuran uang juga diketahui dari internet. Hasil unduhan tidak diedit dengan aplikasi grafis, tapi langsung ditimpa ke microsoft word. Tapi hasil cetakan sangat baik, meski dicetak di kertas HVS, karena printernya bagus,” ungkapnya.

Pengakuan tersangka pembuat uang palsu, akan terus didalami dengan teknik IT. Salah satunya dengan melacak cookies di PC tersangka.

“Pengakuan tersangka, dia mulai mencetak uang rupiah palsu itu jelang lebaran. Namun, kita tidak percaya begitu saja dengan pengakuan tersangka. Pada jejak cookies di PC, akan diketahui kapan tersangka mulai mencetak, termasuk jumlah lembar uang yang dicetak,” ujarnya.

Kasat Reskrim AKP Zamri Elfino menyatakan dari hasil interogasi, keempat pelaku mengaku telah melakukan transaksi sebanyak 29 kali. Yakni 5 TKP di wilayah hukum Polres Solok Kota, 10 TKP di Sawahlunto dan 14 TKP di Kabupaten Sijunjung. Pelaku pembuat uang palsu dijerat dengan Undang-Undang Nomor 7 tahun 2011 tentang Mata Uang, pasal 36 ayat 1, dengan ancaman 10 tahun penjara. Sementara tiga pengedar dijerat pasal 36 ayat tiga dengan ancaman 15 tahun penjara.

“Ancaman hukuman untuk pengedar memang lebih berat dari pembuat. Kepada dua pelaku yang masih di bawah umur, penanganan akan dilakukan khusus sesuai Undang-Undang Perlindungan Anak. Kita harapkan masyarakat waspada dan melaporkan ke polisi jika ada indikasi peredaran uang palsu di lingkungan mereka,” ujar Zamri Elfino. (st mudo copy by rijal islami/hms)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)