Sawahlunto

Polres Sawahlunto Gelar Apel Pasukan Ops Ketupat 2018

Warta Andalas | Rabu, 06 Juni 2018 - 10:02:43 WIB | dibaca: 283 pembaca

WARTA ANDALAS, SAWAHLUNTO - Dalam rangka pengamanan hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriyyah tahun 2018 Masehi, hari ini, Rabu (6/6) Polres Sawahlunto menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2018 di halaman Mapolres yang diikuti Muspida, TNI, Satpol PP,Dishub, Satkom, Pramuka dan tim medis.

Dalam apel gelar pasukan yang dihadiri unsur Muspida dan Kepala OPD terkait tersebut, diawali dengan pemeriksanaan pasukan dan dilanjutkan dengan pemasangan pita operasi oleh sejumlah perwakilan.

Menurut Kapolres Sawahlunto, AKBP. Zamroni Wibowo, SH. S.IK, operasi tersebut akan dilaksanakan mulai tanggal 7-24 Juni mendatang dengan melibatkan 180 personel gabungan dari TNI, Polri, Pemda serta stakeholder lainnya.

Selain terkait masalah kerawanan distribusi dan stabilitas harga bahan pangan yang dilakukan oleh oknum penimbun, dalam pembacaan amanat Kapolri AKBP. Zamroni Wibowo menyampaikan bahwa dari hasil survey jalan yang dilaksanakan oleh Korlantas Polri bersama Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Kesehatan, maupun Dinas Jasa Marga, dan Pertamina, sekurangnya terdapat enam lokasi rawan macet pada jalur utama mudik lebaran.

"Sehubungan dengan hal tersebut, saya memberikan penekanan kepada seluruh personel terutama pada titik rawan macet dan titik rawan kecelakaan, agar benar-benar melakukan pemantauan secara cermat. Berbagai strategi bertindak yang telah ditetapkan agar diikuti dengan baik. Optimalkan pelayanan pada 3.097 Pos Pengamanan, 1.112 Pos Pelayanan, 7 Pos Terpadu, dan 12 Pos Check Point yang tergelar selama penyelenggaraan operasi," sebutnya.

Lebih jauh, Kapolri juga mengatakan bahwa potensi kerawanan yang juga harus diantisipasi adalah potensi bencana alam dan gangguan kamtibmas lainnya, seperti curat, curas, curanmor, copet, pencurian rumah kosong, begal, dan hipnotis.

Untuk itu, pinta Kapolri, para Kasatwil diharapkan dapat mengambil langkah pre-emtif maupun preventif yang diperlukan, sehingga bisa menekan potensi yang ada.

"Saya juga berharap, agar seluruh Kasatwil dapat terus menerus berkoordinasi dengan pihak Basarnas, BMKG, dan pihak terkait lainnya, dalam upaya mengantisipasi dan mewaspadai potensi bencana alam," ucapnya.

Selain itu, dalam pembacaan amanat Kapolri, Zamroni Wibowo juga menyampaikan bahwa potensi kerawanan keempat adalah, ancaman tindak pidana terorisme.

"Saya menekankan kepada seluruh Kasatwil untuk terus meningkatkan kegiatan deteksi intelijen yang diimbangi dengan upaya penegakan hukum secara tegas (preemtif strike), melalui optimalisasi peran Satgas Anti Teror di seluruh Polda jajaran," ujarnya.

Di samping itu, pengamanan tempat ibadah, pusat  keramaian, Mako Polri, serta aspek keselamatan personel pengamanan harus menjadi perhatian.

“Perkuat pengamanan pada objek-objek tersebut dan laksanakan pendampingan personel pengamanan oleh personel bersenjata (buddy system). Khususnya dalam mewujudkan keamanan secara umum, saya perintahkan kepada seluruh jajaran untuk terus menerus meningkatkan kerjasama dengan rekan-rekan TNI serta stakeholders terkait lainnya," ujarnya.

Sementara itu, ditemui usai gelar pasukan, Zamroni mengungkapkan bahwa untuk di kota Sawahlunto terdapat 1 pos Pengamanan dan 3 pos pelayanan yang terbagi di Kawasan Wisata Kandih, Lapangan Segitiga dan Waterboom Muaro Kalaban kecamatan Silungkang atau Jalur Lintas Sumatera (Jalinsum) yang disebut merupakan daerah rawan.

Melalui awak media, Zamroni juga mengingatkan pada warga Sawahlunto agar tetap waspada serta berhati-hati selama menghadapi hari raya Idul Fitri.

“Jika ada yang mencurigakan atau gangguan Kamtibmas, segera laporkan pada petugas,” pintanya, mengakhiri. (ap)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)