Dharmasraya

Polres Dharmasraya Tangkap Pelaku yang Diduga Pengedar Narkoba

Warta Andalas | Kamis, 28 Maret 2019 - 20:44:54 WIB | dibaca: 699 pembaca

WARTA ANDALAS, DHARMASRAYA - Anggota Satresnarkoba Polres Dharmasraya mengamankan LSP (36) warga Jorong Koto Besar, Kenagarian Koto Gadang, Kecamatan Koto Besar,  Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, yang diduga sebagai pelaku, pemakai dan pengedar narkoba jenis shabu, Rabu (27/2) pukul 20.00 wib. malam kemaren.

Penangkapan LSP itu dibenarkan Kapolres Dharmasraya, AKBP. Imran Amir melalui Kasat Resnarkoba AKP. Hidup Mulia, yang di temui media ini di rungan kerjanya, Kamis (28/03/2019).

“Memang benar, anggota kami telah mengamankan LSP yang diduga pemakai dan pengedar narkoba jenis shabu pada pukul 20.00 Wib, di Jalan Simpang Rajo, Jorong Ranah Jaya, Kenagarian Koto Gadang dipimpin langsung oleh Kasatresnarkoba," ujar AKP. Hidup Mulia

Dikatakan, dari tangan LSP ditemukan 3 paket kecil narkotika jenis shabu dalam plastik kecil bening, 1 buah karet, 1 buah kaca pirex berwarna bening, 1 buah slang karet, 1 buah sendok dari pipet berwarna bening, 1 buah plastik klip berwarna bening, 1 buah kotak marlboro berwarna merah dan 1 unit sepeda motor merk Honda jenis beat tanpa nomor polisi warna hitam.

“Pada saat melakukan penangkapan dan pemeriksaan terhadap kedua pelaku dan berserta barang bukti tersebut, kami disaksikan langsung oleh perangkat Nagari Koto Gadang serta warga setempat. Kemudian pelaku kami bawa ke RSUD Sungai Dareh Dharmasraya di Pulau Punjung untuk dilakukan tes urine, dengan hasil Positif,” ungkapnya.

Selanjutnya pelaku dan barang bukti kami bawa ke Polres Dharmasraya guna dilakukan penyilidikan lebih mendalam, terkait dari mana asal barang haram tersebut.

"Kedua pelaku ini di jerat  dengan Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika (UU Narkotika), Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menawarkan, untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara, dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika.

“Golongan I, dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau, pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp 10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah)," paparnya. (eko)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)