Purbalingga

PLN Siap Suplai Listrik BJBS

Warta Andalas | Rabu, 09 Oktober 2019 - 09:48:54 WIB | dibaca: 58 pembaca

WARTA ANDALAS, PURBALINGGA - Perusahaan Listrik Negara ( PLN) siap menyuplai pasokan listrik untuk Bandara Jendral Besar Soedirman (BJBS) yang sedang dalam tahap pembangunan. Hal tersebut disampaikan Armunanto, Manager PLN UP 3 Banyumas saat melakukan sambutan pada acara Multi Stake holder forum 2019, Selasa (8/10/2019) di gedung Andrawina komplek hotel Owabong Purbalingga.

Armunanto mengatakan, pihaknya siap menyediakan pasokan listrik ketika BJBS beroperasi Mei 2020 mendatang sehingga pasokan energy listrik BJBS akan terjamin. Menurutnya, hal tersebut merupakan komitmen PLN untuk melayani semua pihak termasuk skala besar seperti BJBS yang pasti membutuhkan pasokan energy listrik yang besar dan lancer tanpa kendala.

“BJBS pasti butuh pasokan listrik yang besar. Kami siap untuk hal tersebut dan menjamin kelancaran pasokan tanpa mengalami blackout,” katanya.

Dia menambahkan, saat ini penggunaan listrik di Purbalingga berada di angka 34% atau 54 Mega Watt dan terdapat surplus 107 Mega Watt sehingga pihaknya sangat menjamin ketersediaan listrik saat BJBS beroperasi. Terkait dengan hal tersebut, PLN terus meningkatkan kualitas penyaluran listrik dan melakukan perawatan tentang ketersedian listrik di Purbalingga.

“Kita itu surplus banyak. Sehingga kami optimis bisa menyuplai ketersediaan listrik untuk sector-sektor besar,” imbuhnya.

Pelayanan kepada sector besar perlu diutamakan mengingat Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Purbalingga saat ini sangat menaruh perhatian lebih pada sector industry dan pariwisata. Oleh sebab itulah PLN ingin hadir sebagai partner Pemkab Purbalingga untuk mensukseskan program-program strategis yang dicanangkan.

Dirinya juga membahas tentang pengawasan Bank Indonesia (BI) terhadap ketersediaan listrik di masing-masing gardu induk. BI menilai, sukses tidaknya investasi atau pembangunan di suatu daerah diukur dari lancarnya ketersediaan listrik pada daerah di sekitar gardu induk.

“Kami tiap tahun itu dinilai dari BI. Sejauh mana perkembangan investasi di suatu daerah yang dilihat dari primanya ketersediaan listrik pada suatu daerah di sekitar gardu induk,” ujarnya.

Pajak Listrik

Surplusnya listrik di Kabupaten Purbalingga diamini oleh Asisten Ekonomi Pembangunan Sekda Purbalingga, Agus Winarno yang hadir mewakili Bupati Purbalingga. Menurutnya, surplus tersebut juga dikarenakan hematnya penggunaan listrik pada rumah tangga serta makin sadarnya instansi untuk memasang panel surya untuk mendapatkan energy listrik yang terjangkau.

“Makin banyak yang sadar untuk menggunkan panel surya sehingga penghematan bisa dilakukan,” tutur Agus.

Dirinya juga mengucapkan terima kasih kepada PLN atas kerjasama dengan Pemkab Purbalingga selama ini. 9% pajak dari penerimaan PLN atas pembayaran dari pelanggan masuk ke kas daerah sehingga itu bisa menutup biaya operasional penerangan jalan yang ada di Kabupaten Purbalingga.

“Terima kasih juga kepada PLN atas kerjasamanya selama ini. 9% pajak dari penerimaan PLN dari pelanggan masuk ke kas daerah sehingga itu bisa menutup operasional penerangan jalan,” pungkasnya. (KP-4).WARTA ANDALAS, PURBALINGGA - Perusahaan Listrik Negara ( PLN) siap menyuplai pasokan listrik untuk Bandara Jendral Besar Soedirman (BJBS) yang sedang dalam tahap pembangunan. Hal tersebut disampaikan Armunanto, Manager PLN UP 3 Banyumas saat melakukan sambutan pada acara Multi Stake holder forum 2019, Selasa (8/10/2019) di gedung Andrawina komplek hotel Owabong Purbalingga.

Armunanto mengatakan, pihaknya siap menyediakan pasokan listrik ketika BJBS beroperasi Mei 2020 mendatang sehingga pasokan energy listrik BJBS akan terjamin. Menurutnya, hal tersebut merupakan komitmen PLN untuk melayani semua pihak termasuk skala besar seperti BJBS yang pasti membutuhkan pasokan energy listrik yang besar dan lancer tanpa kendala.

“BJBS pasti butuh pasokan listrik yang besar. Kami siap untuk hal tersebut dan menjamin kelancaran pasokan tanpa mengalami blackout,” katanya.

Dia menambahkan, saat ini penggunaan listrik di Purbalingga berada di angka 34% atau 54 Mega Watt dan terdapat surplus 107 Mega Watt sehingga pihaknya sangat menjamin ketersediaan listrik saat BJBS beroperasi. Terkait dengan hal tersebut, PLN terus meningkatkan kualitas penyaluran listrik dan melakukan perawatan tentang ketersedian listrik di Purbalingga.

“Kita itu surplus banyak. Sehingga kami optimis bisa menyuplai ketersediaan listrik untuk sector-sektor besar,” imbuhnya.

Pelayanan kepada sector besar perlu diutamakan mengingat Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Purbalingga saat ini sangat menaruh perhatian lebih pada sector industry dan pariwisata. Oleh sebab itulah PLN ingin hadir sebagai partner Pemkab Purbalingga untuk mensukseskan program-program strategis yang dicanangkan.

Dirinya juga membahas tentang pengawasan Bank Indonesia (BI) terhadap ketersediaan listrik di masing-masing gardu induk. BI menilai, sukses tidaknya investasi atau pembangunan di suatu daerah diukur dari lancarnya ketersediaan listrik pada daerah di sekitar gardu induk.

“Kami tiap tahun itu dinilai dari BI. Sejauh mana perkembangan investasi di suatu daerah yang dilihat dari primanya ketersediaan listrik pada suatu daerah di sekitar gardu induk,” ujarnya.

Pajak Listrik

Surplusnya listrik di Kabupaten Purbalingga diamini oleh Asisten Ekonomi Pembangunan Sekda Purbalingga, Agus Winarno yang hadir mewakili Bupati Purbalingga. Menurutnya, surplus tersebut juga dikarenakan hematnya penggunaan listrik pada rumah tangga serta makin sadarnya instansi untuk memasang panel surya untuk mendapatkan energy listrik yang terjangkau.

“Makin banyak yang sadar untuk menggunkan panel surya sehingga penghematan bisa dilakukan,” tutur Agus.

Dirinya juga mengucapkan terima kasih kepada PLN atas kerjasama dengan Pemkab Purbalingga selama ini. 9% pajak dari penerimaan PLN atas pembayaran dari pelanggan masuk ke kas daerah sehingga itu bisa menutup biaya operasional penerangan jalan yang ada di Kabupaten Purbalingga.

“Terima kasih juga kepada PLN atas kerjasamanya selama ini. 9% pajak dari penerimaan PLN dari pelanggan masuk ke kas daerah sehingga itu bisa menutup operasional penerangan jalan,” pungkasnya. (KP-4).





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)