Lintas Provinsi

Pilkada Kondusif, KPUD Tual Apresiasi Peran Polres Malra dan TNI

Warta Andalas | Sabtu, 30 Juni 2018 - 19:41:42 WIB | dibaca: 197 pembaca

WARTA ANDALAS, TUAL.- Walaupun pelaksanaan tahapan pasca Pemilihan pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) masih sementara berlangsung, namun terkait jalanya pemilihan dan pasca pemilihan yang berakhir damai dan Kondusif Ketua KPUD Kota Tual Ibrahim Faqih mewakili komisioner memberikan apresiasi yang setinggi tingginya atas kinerja Kepolisian Resort Maluku Tenggara (Malra) bersama TNI dalam mengawal dan menjaga jalanya Pemilihan di Kota Tual.

 “ Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa kemarin telah dilakukan pemilihan Walikota serta Wakil Walikota Gubernur Dan Wakil Gubernur dan paska kegiatannya sama-sama rasakan kondisinya kondusif,” ujar Faqih.

Walaupun ada sedikit riak di hari pemungutan tapi menurutnya itulah demokrasi, ada perbedaan pandang itu masih lumrah selama masih dalam koridor dan masih dalam situasi yang bisa dikendalikan.

“ Itu adalah masalah yang normal, wajar saja ada perbedaan pendapat dalam demokrasi,”pungkas nya.

Dirinya juga menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kapolres Malra AKBP Indra Fadhillah Siregar SIK,SH,MH dimana selalu hadir dan berkoordinasi dalam setiap tahapan yang dilaksanakan KPUD.

“ Pada setiap Tahapan Pilkada akan digelar pak Kapolres selalu menyempatkan diri untuk mampir guna memastikan kesiapan dan persiapan kami, bahkan selama 4 bulan ke belakang pak Kapolres istilahnya pindah kantor kesini untuk memastikan tahapan Pilkada terlaksana dengan baik dan untuk mengetahui kendala yang terjadi agar segera diantisipasi, “ ujarnya.

Atas peran Polres Malra bersama TNI ikut menjaga pesta rakyat Kota Tual sehingga pesta bisa berlangsung dengan baik, bisa berlangsung sebagaimana yang diharapkan bersama.

“ paling tidak menurut saya saat hari pemungutan suara itu, warga, Paslon ,simpatisan, dan penyelenggara pemilihan di Kota Tual menunjukkan kepada Indonesia bahwa IKP atau Indeks Kerawanan Pemilu yang sebelumnya predikatnya kota Tual yang paling rawan ranking 1 se Indonesia bisa kita tunjukan bisa kita buktikan bahwa itu semua tidak tepat,” Tegasnya.

Diakuinya pihaknya bersama warga kota Tual dalam pertemuan-pertemuan memang sering terjadi perdebatan, sering berbeda pandangan tapi ketika pertemuan membuat sebuah keputusan maka itu akan di laksanakan dengan sepenuh hati oleh seluruh warga masyarakat.

“ saya pikir itu ciri kami Jadi ada friksi gesekan  saat pertemuan itu hal yang biasa, ketika pada pemungutan suara ada beda pandangan itu hal yang lumrah selesai pemungutan kita bersama lagi karena hasilnya juga untuk kita lebih baik,” tutupnya. (rel)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)