Lintas Provinsi

Pertunjukan Berbeda Dari Swarasunyi Sebagai Bentuk Kampanye Anti Polusi Suara

Warta Andalas | Minggu, 07 Juli 2019 - 20:44:32 WIB | dibaca: 10145 pembaca

WARTA ANDALAS, PURWOKERTO - Pertunjukan berbeda tersajikan di Umah Kopi yang berada di Jalan Riyanto Gang Teratai Sumampir, Jumat (5/7/2019) malam lalu bertajuk Rame-Rame Minim Suara yang digagas oleh Swarasunyi bekerjasama dengan Umah Kopi Purwokerto dan Acarakita Indonesia.

Acara tersebut merupakan acara pertama di Kota Purwokerto yang menghadirkan konsep berbeda bila dibandingkan dengan konsep pertunjukan yang pernah ada di Purwokerto. Selama ini sebuah pertunjukan diidentikan dengan kebisingan yang tidak jarang mengganggu lingkungan, pada acara kali ini sama sekali tidak mengganggu karena tidak mengeluarkan suara yang dihasilkan oleh soundsystem ribuan watt.

Disitu, penonton yang hadir tidak akan mendengarkan suara keras yang dihasilkan oleh penampil bila tidak menggunakan headphone yang disediakan oleh tim Swarasunyi. "Jadi disinilah uniknya acara yang kami beri tajuk Rame-Rame Minim Suara ini," kata pegiat Swarasunyi Purwokerto, Lij Imam Nurrokhman.

Founder dari musikpurwokerto.com ini menjelaskan, Rame-Rame Minim Suara bisa dibilang sebuah acara yang bisa digunakan sebagai salah satu kampanye anti polusi suara. "Saya hanya memberikan solusi untuk di Purwokerto khususnya bahwa ada konsep acara yang intim namun suaranya tidak mengganggu lingkungan sekitar," jelasnya.

"Untuk di Kota Purwokerto sendiri memang baru pertama kali diadakan, tapi untuk di Kabupaten Banyumas sudah tiga kali ini diadakan setelah sebelumnya di Sanggar Hirataka Banyumas dan Jego's Studio Kebasen," lanjutnya.

Beberapa penampil dihadirkan di Umah Kopi Purwokerto untuk memberikan hiburan kepada pengunjung seperti penampilan dari Genta Garby Love & Share yang merupakan musisi lawas era 90'an, Bird yang merupakan solois asal negeri Jiran Malaysia, dan juga Hyndia yang saat ini sedang melakukan promo album kedua bertajuk Winter Song.

Tidak hanya penampilan dari musik, karena disitu juga hadir komika dari Stand Up Purwokerto yakni Adit dan Koko serta penampilan magician Purwokerto Kim Van Disel dengan pertunjukan fakirnya. Untuk master of ceremony (MC) dibawa langsung oleh tim Swarasunyi dari Jakarta yakni Gestra Julio.

Gitaris Hyndia, Aga Maulana mengatakan, tampil di gelaran Rame-Rame Minim Suara dengan konsep silent ini merupakan yang pertama dilakukan dan saya pribadi senang bisa mencoba eksperimen ini yang memang menjadi solusi dalam sebuah pertunjukan musik. "Hal yang baru bagi Hyndia dan pasti kami apresiasi," katanya.

Sementara dua penampil non musik yakni Adit dengan stand up comedy dan Kim Van Disel dengan magiciannya merasa tertantang saat pertama mendapat tawaran tampil tapi dengan menggunakan headphone untuk mendengarnya. Menurut mereka, konsep itu juga pertama kali dilakukan selama bergelut dikomunitasnya masing-masing.

Kedepannya, Lij Imam berharap akan ada konsep silent lagi di Purwokerto dengan konten berbeda seperti yang dilakukan juga di Jakarta dan kota besar lain. "Sudah pasti saya terus menjalin kerjasama dengan berbagai pihak untuk konsep silent yang bisa digunakan sebagai salah satu solusi kampanye anti polusi suara," ujarnya. (rel)

 





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)