Nasional

Perluas Kemitraan, Ketum IMO-Indonesia Sambangi Bupati Karangasem

Warta Andalas | Kamis, 03 Januari 2019 - 07:52:46 WIB | dibaca: 598 pembaca

WARTA ANDALAS, KARANGASEM - Ikatan Media Online (IMO) Indonesia, kunjungi Bali bagian timur tepatnya Kabupaten Karangasem, dalam rangka pengembangan dan memperluas jaringan kemitraan lintas nusantara. Kunjungan tersebut diterima langsung, Bupati Karangasem, I Gusti Ayu Mas Sumantri, S.Sos, M.AP didampingi Kepala Bappeda dan Litbang di rumah kediaman Bupati Karangasem, Rabu (2/1/2019)

Kunjungan tersebut bertujuan untuk berkerjasama untuk mengangkat potensi-potensi daerah yang berkaitan lintas sektoral dengan tujuan agar pembangunan di Kabupaten Karangasem yang berbasis kearipan lokal dapat lebih maksimal dalam mengangkat potensi daerah secara menyeluruh.

Demikian dikatakan Ketua Umum IMO Indonesia, Yakub F. Ismail didampingi Plt Bendahara Umum, Jeffry Karangan, Wakil Bendahara Umum, Bayu Hanindya  Putra, Ketua Bidang Pengembangan Usaha, Vidi SM Simanjuntak dan Dewan Pembina DPW Bali IMO lndonesia, Ida Bagus Putu Suwitra saat kunjungannya di Bali.

Lebih lanjut kata Ketum IMO Indonesia, ternyata pesona dan potensi lintas sektor yang ada di Kabupaten Karangasam menarik perhatian IMO-Indonesia untuk dapat bersinergi dalam upaya meningkatkan kerjasama dalam hal pemberitaan terkait percepatan pembangunan di Karangasem.

Sementara Bupati Karangasem yang sangat ramah dengan tutur katanya yang khas, Bupati ini juga menuturkan beberapa kondisi daerah dan juga potensi daerah yang ada di Kabupaten Karangasam dan Ia mengaku menjadi Bupati ke 9 dan menjadi Bupati wanita pertama di Karangasem.

"Kabupaten Karangasem yang terletak di timur pulau Bali memilliki luas pantai terluas di Bali dan panorama yang sangat khas dengan kontur yang dinamis, salah satunya adalah keindahan Gunung Agung sebagai ikon Bali termasuk Pura Besakih yang juga menjadi iko Bali. Makanya Karangasem sebagai hulu pulau Bali ini  kalau dilihat dari konsep Tri Hita Karana (THK)." ujar Bupati.

Menurut Bupati Mas, makanya untuk membangun potensi daerah di Karangasam harus mengacu pada konsep Tri Hita Karana, karena masyarakat Karangasem masih sangat menjungjung tinggi adat istiadat sehingga seluruh kearipan lokal yang melekat dengan budaya Bali yang sangat kental, mengingat Karangasem sebagai daerah lahirnya kerajaan tertua di Bali.

"Untuk itu kami mencangkan pembangunan gedung serbaguna di 8 Kecamatan dengan luas tanah 20 hektar yang ada di Kabupaten Karangasem dengan harapan untuk mempersiapkan kunjungan yang akan datang dengan kapasitas 1000 orang, dan dapat dipergunakan masyarakat sebagai pusat kegiatan yang dapat berdampingan dan sejalan dengan budaya agar peningkatan wilayah dapat tercapai maksimal, tetapi budaya tetap terjaga dengan baik," ujar Bupati Mas.

Sementara IMO-Indonesia sangat mengapresiasi apa yang menjadi konsen dari Bupati Karangasem terkait pembangunan pariwisata spiritual desa adat dengan budaya yang ada. "Kiranya kami akan mensupport agar nanti pemberitaan prihal pesona dan potensi Karangasem menjadi bagian dari pemberitaan dari media-media yang tergabung pada IMO-Indonesia secara Nasional," ujar Yakub.

Tambah Yakub, hal tersebut tentunya diharapkan agar masyarakat secara lebih luas, baik nasional maupun internasional lebih dapat menerima informasi prihal pesona dan potensi dari Kabupaten Karangasem, sehingga sinergitas IMO-Indonesia dapat betmanfaat secara positif dan menjadi maslahat," pungkas yakub.

Bupati Mas kembali menjelaskan, bawasanya percepatan pembangunan di daerahnya dikerjakan dengan senang hati, apalagi daerah - daerah yang belum terealisasi pembangunanya untuk membuat mereka bahagia, asal jangan melanggar aturan dan tupoksi yang ada.

"Tugas kami sebagai Bupati, hanya untuk mengatur, merapikan dan membuat jalan bagi seluruh masyarakat pendukung, sehingga beban kami tidak berat. Karena

Karangasem berada diujung timur pulau Bali ini, makanya Karangasem menjadi hulu pulau ini dilihat dari peradaban sejarah, dengan"tagline" Karangasem Spirit of Bali," ujar Bupati dari Partai Nasdem ini.

Lebih lanjut kata Bupati untuk mewujudkan Karangasem yang cerdas sesuai dengan konsep Tri Hita Karana yang di wujudkan melalui Visi pembangunan Karangasem yang dalam misi - misi, seperti potensi pariwisata dengan sapta pesona, mencerdaskan masyarakat dengan peningkatan skaka kualutas pendidikan.

"Kekurangan dan kelemahan Karangasem masih sebagai daerah bencana, daerah tuna karya, daerah katagori miskin dengan ABDP yang kecil. Untuk itu sebagai masyarakat Karangasem perlu berpikir cerdas dan berpikir besar dan saya meyakini banyak masyarakat yang akan menjadi orang - orang sukses," katanya.

Ia juga mengaku akan mewujudkan masyarajat desa interpreneur, dengan mewujudkan pariwisata spiritual berbasis desa adat,  mall pelayan publik satu pintu, termasuk membuat pelayanan cepat, salah satu contoh di rumah sakit ada servisce centre, di BPBD punya pelayanan cepat, dan Dinas Sosial ada tagana.

"Jadi untuk membangun suatu daerah sebenarnya tidak sulit, yang penting kekompakan,  makanya kami ingin membangun gedung serbaguna tersebut untuk memberdayakan masyarakat, dan hal inilah yang akan kami sinergikan," tegas Bupati. (tim)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)