Purbalingga

Peringatan World Cleanup Day Akan Bersihkan Sampah di Obyek Wisata

Warta Andalas | Jumat, 14 September 2018 - 18:56:12 WIB | dibaca: 260 pembaca

WARTA ANDALAS, PURBALINGGA - Daya tarik wisata Taman Wisata Pendidikan (TWP) Purbasari Pancuranmas, Sabtu (15/9) akan menjadi sasaran kebersihan pada peringatan World Cleanup Day atau Hari Bersih Sampah Sedunia. Ratusan orang bakal berpartisipasi dalam aksi bersih-bersih sampah di obyek wisata yang berada di di Desa Purbayasa, Kecamatan Padamara, Purbalingga itu. Gerakan ini sekaligus untuk mendukung Sapta Pesona Wisata.

Kepala Bidang Pariwisata pada Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata (Dinporapar) Purbalingga, Ir Prayitno, M.Si mengatakan, kegiatan melibatkan banyak sekali relawan. Di antaranya kelompok pramuka, santri, institusi pendidikan, sekolah, TNI AD, polisi, komunitas, dan lapisan masyarakat lainnya. “Gerakan kebersihan sampah ini sekaligus untuk mendorong kampanye Sapta Pesona Sadar Wisata khususnya dalam hal kebersihan daya tarik wisata,” kata Prayitno, Jum’at (14/9) sore.

Dikatakan Prayitno, World Cleanup Day adalah sebuah gerakan sosial global yang bertujuan memerangi masalah limbah padat, termasuk sampah. Aksi dilakukan setahun sekali setiap 15 September dan serentak di seluruh dunia. Gerakan ini awalnya diinisiasi Lets Do It World di Estonia pada 2008.

Selain di Purbalingga, World Cleanup Day juga akan diadakan beberapa kota lainnya di Jateng dengan sasaran di lokasi daya tarik wisata. Misal di Banyumas gerakan bersih sampah di lokawisata Baturaden, di Cilacap mengambil lokasi pantai Teluk Penyu, di Banjarnegara di kompleks Candi Dieng. “Gerakan kebersihan ini juga didukung oleh Pemprov Jateng melalui Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata,” kata Prayitno.

Prayitno menambahkan, Indonesia pernah mendapatkan predikat sebagai negara penyumbang sampah plastik terbanyak kedua pada tahun 2015. Utamanya di wilayah perairan. Sedangkan Jateng, dalam sehari memproduksi sampah sekitar 16 ribu ton. "Sekitar 13 persen sampah plastik. Sampah banyak tersebar dan mencemari lingkungan. Seperti di sungai, laut, perkampungan, pasar maupun di beberapa fasilitas publik, termasuk di tempat wisata.Sehingga dapat berdampak negatif bagi masyarakat dan lingkungan," tambahnya. (y)

 





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)