Purbalingga

Peringatan Hari Santri Teguhkan Santri Purbalingga Sebagai Penegak Pancasila, UUD 45 dan NKRI

Warta Andalas | Senin, 23 Oktober 2017 - 09:35:53 WIB | dibaca: 53 pembaca

WARTA ANDALAS, PURBALINGGA - Bupati Purbalingga H. Tasdi, SH, MM mengajak para santri di kabupaten Purbalingga berada di garda terdepan untuk menjaga Pancasila, Undang Undang Dasar 45, Bhineka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal itu disampaikan bupati usai menjadi inspektur upacara Peringatan Hari Santri Nasional di Alun Alun Purbalingga yang dilanjutkan dengan kegiatan Kirab Santri.

“Peringatan Hari Santri nasional yang dilakukan setiap 22 Oktober meneguhkan santriwan santriwati Purbalingga untuk menegakan Pancasila, UUD 45 dan NKRI. Itu yang terpenting,” ujar Bupati didampingi Wakil Bupati Dyah Hayuning Pratiwi, SE, B.Econ sesaat sebelum melepas Kirab Santri yang diikuti utusan santri dari 18 wilayah kecamatan di kabupaten Purbalingga, Minggu (22/10).

Pawai Santri yang diikuti santri pondok pesantren, santri TPQ, santri Madrasah Diniyah, Siswa SMP/MTs, SMA/SMK, organisasi keagamaan, grup kesenian dan grup marching band, mengambil start dari depan PLN Jalan Jenderal Soedirman dan Finish di Stadion Goentoer Darjono. Semantara, usai melepas pawai, Bupati bersama rombongan langsung menuju panggung kehormatan di pertigaan Darmin.

Bupati menegaskan, perhatian pemkab kepada para santri telah ditunjukan dengan berbagai kegiatan bersama dan gelontoran bantuan dari APBD Purbalingga kepada pondok pesantren dan para santri. Perhatian itu diberikan karena kalangan pondok pesantren dinilai telah berkontribusi dalam pengembangan moral masyarakat yang berahklakul karimah, sesuai visi misi kabupaten Purbalingga.

“Kami, Bupati, Wakil Bupati bersama DPRD berkomitmen bahwa anggaran untuk pondok pesantren tahun 2018 mendatang  akan kita tingkatkan,” katanya.

Pawai santri yang berakhir pukul 14.25 WIB berlangsung meriah dengan berbagai suguhan kesenian islami dan antusias puluhan ribu peserta pawai. Selain marching band dan kesenian tek tek, hadroh dan seni islami lainnya, para peserta juga meneriakan yel yel santri.

Sejumlah perwakilan peserta juga mencoba berkreasi sehingga penampilan yang disuguhkan masing-masing perwakilan kecamatan bervariasi. Seperti yang dilakukan peserta dari kecamatan Karangreja yang mengusung Mushaf Al Quran raksasa. Saat melintas di depan panggung kehormatan, Bupati Tasdi memberikan apresiasi dengan turun dari panggung dan ikut menggotong replika Al Quran raksasa itu. (PI-4)





Komentar : 0


Nama

Email

Komentar



(Salin kode keamanan diatas)